IPDN Siap Bangun Perpustakaan Ikonik

Bandung Raya

Kamis, 12 September 2019 | 17:06 WIB

190912170804-ipdn-.jpg

INSTITUT Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) segera membangun perpustakaan yang akan menjadi ikon bagi Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Perpustakaan tersebut dibangun pada lahan dengan luas 5 ribu meter, lebih jauh dengan anggaran sebesar Rp 70 miliar.

"Kami paham betul dengan dinamika Jatinangor yang begitu tunggi. Kami akan selalu terbuka untuk informasi di IPDN. Sejak bulan Juli hingga September kita sudah proses beberapa tahapannya hingga kini sudah dapat konsultanan perencanaan dan pembangunan," ungkap Kepala Biro ll IPDN, Bernhnard pada forum diskusi wartawan di Hotel Paviliun, Jln. Riau, Kota Bandung, Kamis (12/9).

Menurutnya dengan anggaran sebesar ini, maka perpustakaan yang namanya saat ini masih dikaji itu tidak hanya menjadi ikon, namun harus jadi perpustakan terbaik.

"Perpustakaan ini terbuka, siapapun bisa masuk dan memanfaatkannya. Kita saat ini sedang mempercepat proses pengerjaannya, semoga pada November bisa terkejar. Sedangkan untuk peletakan batu pertama, itu setelah ada pemenang tender/konstruksi," tuturnya.

Dikatakan, proses pembangunan perpustakaan ini akan menggunakan alat dan teknologi modern terbaru.

"IPDN sebenarnya kekurangan gedung, maka dengan tambahan perpustakan ini bisa mengakomodir kekurangan gedung serta meningkatkan akreditasi di IPDN," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Asset IPDN Jatinangor, Adam Ismail menuturkan bahwa wacana dibangunnya perpustakaan tersebut, sudah muncul sejak lama dan telah melalui beberapa tahapan.

"Rencananya, lokasi dibangunnya perpustakan yaitu di bagian depan IPDN tepatnya pintu sebelah barat. Ya intinya harus dekat dengan masyarakat. Di belakang KSA," terangnya.

Pihaknya menegaskan bahwa perpustakaan ini untuk umum, bukan hanya praja saja, termasuk untuk mahasiswa lainnya.

"Nanti kita saring apa keinginan masyarakat dengan hadirnya perpustakaan ini," tambahnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA