Kodam III/Siliwangi Gelar Festival Kriya Limbah Sampah

Bandung Raya

Kamis, 12 September 2019 | 16:29 WIB

190912163019-kodam.jpg

Rio Ryzki Batee

MEMPERINGATI HUT TNI ke-74, Kodam III/Siliwangi menggelar Festival Kriya Limbah Sampah yang diikuti oleh 1136 peserta yang berasal dari Jawa Barat dan Banten. Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat umum, pelajar/mahasiswa, disabilitas dan penggiat lingkungan.

Dalam festival tersebut, terdapat berbagai kerajinan yang memanfaatkan sampah atau limbah seperti plastik, tutup botol, sendok plastik, bungkus makanan dan lain sebagainya.

Barang-barang yang dianggap tidak bermanfaat atau tidak memiliki kegunaan lagi, disulap menjadi berbagai peralatan yang berguna seperti tas, sepatu, lukisan, jam dinding dan masih banyak lagi. Bukan hanya sekedar memanfaatkan sampah atau limbah, produk juga diwarnai dengan kesenian dan kreativitas.

Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono yang diwakili oleh Waaster Kasdam III/Siliwangi, Letkol Kav Mujahidun mengatakan bahwa Festival Kriya sampah berbahan limbah non-organik ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT TNI ke-74 tahun 2019.

"Tujuannya untuk memberikan ruang kreasi bagi para pelaku kreatif, dalam menunjukkan eksistensi dan prestasi di event berskala nasional dan internasional, sehingga terwujudnya kemanunggalan TNI dengan Rakyat," ungkapnya di Aula Manunggal Denmadam III/Siliwangi, Jln. Aceh, Kota Bandung, Kamis (12/9).

Menurutnya akan dipilih tiga karya hasil terbaik di wilayah Kodim yang berada di jajaran Kodam III/Siliwangi. Dengan 4 kategori yaitu umum, pelajar/mahasiswa, disabilitas dan penggiat lingkungan. Lebih jauh, berbagai produk tersebut akan dipamerkan pada acara bakti sosial dan karya bakti pada HUT TNI ke-74 pada tanggal 21 mendatang.

Diakuinya bahwa sampah rumah tangga telah menjadi momok menakutkan bagi lingkungan saat ini, baik dalam hal jumlah maupun proses pengolahannya. Bahkan rata-rata dalam satu hari sampah rumah tangga menghasilkan 1.500 ton sampah atau setara dengan luas lapangan sepak bola.

"Pemerintah telah mengupayakan untuk mengurangi produksi sampah, salah satunya dengan meluncurkan program kurangi sampah makanan, pilah sampah dan manfaatkan sampah menjadi nilai jual," terangnya.

Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya Festival Kriya Limbah Sampah, pihaknya berharap dapat meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memperlakukan sampah sehingga sampah tidak menjadi masalah lingkungan tetapi menjadi barang yang bernilai.

Selain itu, melalui Festival Limbah Sampah ini, maka akan memunculkan individu-individu yang kompeten, inovatif sekaligus inspiratif. Baik dalam membangun dan menggerakkan masyarakat disekitar, maupun didalam bidang pengelolaan sampah menjadi barang yang bernilai tinggi.

"Yang terpenting adalah keikutsertaan menjadi peserta merupakan wujud nyata dari kepedulian peserta terhadap pemanfaatan barang bekas menjadi hal yang bernilai ekonomi. Sehingga pada akhirnya dapat membantu menambah perekonomian keluarga serta memotivasi masyarakat dalam memberlakukan barang bekas atau sampah," tambahnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA