Pertahankan Kesediaan Pangan, Kementerian Pertanian Percepat Tanam Padi

Bandung Raya

Kamis, 12 September 2019 | 14:29 WIB

190912143003-perta.jpg

Engkos Kosasih

SEJUMLAH petani dan buruh tani di Kelurahan Warga Mekar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung melaksanakan gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi, Kamis (12/9/2019).

Pejabat Upaya Khusus Penanganan Pengolahan dan Penanaman Kementerian Pertanian RI Ugi Sugianto mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan kepada para petani atau buruh tani untuk menggarap lahan seluas 120-150 hektare selama 10 hari, yaitu mulai dari awal penggarapan.

Ugi mengatakan, jika target itu tercapai, pihaknya akan memberikan bantuan tambahan berupa pemberian biaya untuk bahan bakar minyak operasional alat mesin pertanian (alsintan).

"Selesai 10 hari menggarap lahan pertanian seluas 120 hektare, semua biaya bahan bakar minyak untuk mesin traktor, mesin pompa dan makan siang ada gantinya. Termasuk untuk biaya transfor penyuluh dan angkut traktor," kata Ugi dihadapan para petani dalam melaksanakan gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi di Kelurahan Warga Mekar, Rabu (11/9/2019).

Ugi berharap, dengan adanya bantuan tambahan itu, dapat melakukan percepatan tanam. Karena sebelumnya, usulan bantuan traktor, mesin pompa dan traktor sudah terealisasi.

Ia pun menyarankan kepada para petani untuk melaksanakan tanam benih langsung (tabela), meski dalam satu hektare membutuhkan benih sebanyak 50 kg. Selain penanaman dengan cara disemai.

"Tabela dapat mengurangi waktu semai selama 20 hari," katanya.

Untuk diketahui, katanya, padi itu bukan tanaman yang membuuhkan banyak air, disaat mengalami kendala sumber air. "Tanaman padi itu yang penting tanahnya basah. Tanaman padi budidaya tanaman hemat air, sehingga bisa dilaksanakan percepatan waktu tanam. Olah tanah pun tak perlu sempurna," katanya.

Untuk percepatan olah tanah dan tanam padi, pihaknya mendorong para kelompok tani yang memiliki alsintan untuk meminjamkannya ke kelompok tani yang sedang menggarap lahan. "Yang penting semangat dari petani, agar petani segera tanam dan menikmati hasilnya," harapnya.

Untuk menyuburkan lahan pertanian, Ugi menyarankan para petani menggunakan pupuk organik kotoran hewan sapi dan urinnya pun bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan lahan pertanian.

"Menggunakan pupuk organik biaya lebih murah dan produksi meningkat," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA