Ini Hasil Pengundian Nomor Urut Calkades Manggungharja Ciparay

Bandung Raya

Rabu, 11 September 2019 | 17:36 WIB

190911173754-ini-h.jpg

Engkos Kosasih

PANITIA Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung melaksanakan pengundian nomor urut calon kepala desa di Gedung Serbaguna Bima Harja desa tersebut, Rabu (11/9/2019).

Pengundian diikuti lima calon kepala desa. Hasil dari pengundian calon kepala desa tersebut, Somantri (nomor urut 1), Apip Hermawan (nomor urut 2), Hj. Olis Holisoh (nomor urut 3), Deden Toha (nomor urut 4) dan H. Herdiman Buchori (nomor urut 5).

Sebelum mendapatkan nomor urut calon kepala desa, sejumlah pihak mengambil lima nama yang tertulis dan tersimpan dalam keler kaca, kemudian disebutkan nama-nama calon kepala desa tersebut. Setelah itu, nama calon kepala desa mengambil balon dan di dalam balon ada nomor urut calon kepala desa yang bersangkutan.  Para calon kepala desa pun melakukan penandatanganan deklarasi damai selama pelaksanaan pilkades Desa Manggungharja. Dalam penandatangan deklarasi damai itu turut mengetahui dari jajaran Muspika Ciparay dan panitia pilkades Desa Manggungharja.

Dalam pelaksanaan pilkades tersebut, dengan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 9.194 orang setelah ditambahkan 2 persen dari DPT murni. DPT tersebut diajukan dalam proposal pelaksanaan pilkades ke Pemkab Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk pengajuan anggaran pilkades.

Camat Ciparay Yusup Supriatna menitipkan kepada para calon kepala desa, selama dalam pelaksanaan kampanye dan pencoblosan pilkades serentak di Kabupaten Bandung pada 26 Oktober 2019 mendatang, berlangsung aman dan kondusif tanpa ekses.

"Selama dalam persiapan, saya harapkan semua calon kepala desa dan pendukung jangan saling menjelekkan, saling ejek dan menghujat. Selain itu, jangan saling mengorek kesalahan," kata Yusup.

Yusup menandaskan, siapa yang menjelekkan orang lain, orang yang menjelekkan itu lebih jelek dari orang lain.
Yusup juga berharap, selama dalam pelaksanaan kampanye pilkades, para calon kepala desa dan pendukung masing-masing calon untuk memperhatikan kebersihan lingkungan. Artinya jangan sembarangan menempelkan stiker atau alat peraga kampanye (APK).

"Misalnya, menempelkan stiker atau APK di rumah orang lain, kemudian beres kampanye malas membuka atau membersihkan APK tersebut," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA