Aksi Dukungan Revisi UU KPK Dibalut Budaya Sunda

Bandung Raya

Rabu, 11 September 2019 | 13:16 WIB

190911131726-aksi-.jpg

Anthika Asmara

AKSI dukungan revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bermunculan dari berbagai kalangan di kota Bandung, kali ini aksi dukungan muncul dari gerakan masyarakat Jawa Barat.

Aksi dukungan dari forum tersebut berbeda dengan aksiaksi lainnya. Pasalnya mereka melakukan atraksi kesenian Babarongan yang lengkap dengan alat musik tetabuhan seperti rebana dan bedug, di halaman Gedung Sate Jalan Diponegoro, Rabu (11/9/2019).

Berdasarkan pantauan, aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini melibatkan sejumlah mojang cantik yang menggunakan kebaya. Di tengah aksi, mereka membagikan bunga mawar kepada para pengendara mobil dan motor yang melintas.

Koordinator Aksi Rizal Triadi mengatakan, dalam aksi ini pihaknya juga ingin melestarikan budaya.

"Kita sekalian melestarikan dan memperkenalkan budaha, jadi bukan hanya aksi dan orasi kita juga melestarikan budaya," kata Rizal di lokasi.

Kendati demikian, dia memastikan, kedatangan pihaknya ke depan Gedung Sate dalam rangka mendukung penuh RUU KPK. Pihaknya optimis RUU KPK akan membawa kemajuan untuk penanganan korupsi ke depan.

"Tujuan kita dari awal tetap dukung penuh Revisi Undang-undang KPK karena kita berpendapat bahwa dengan RUU KPK di sini akan membuat KPK lebih kuat bukan memperlemah," ujarnya.

Rizal menegaskan, pihaknya menyoroti terkait pengaturan penyadapan, yang seharusnya jangan sampai merusak privasi secara luas. Dengan demikian, menurut dia, dengan adanya dewan pengawas justru akan lebih mengoptimalkan kinerja lembaga antirasuah tersebut agar tidak keluar jalur.

"Untuk sekarang KPK bisa menyadap kapan saja dan di mana saja. Jadi dengan adanya dewan pengawas, setidaknya harus ada izin dewan pengawas. Karena KPK itu bukan malaikat," tuturnya.

Jalannya aksi berjalan tertib dengan pengawalan dari polisi. Beberapa kendaraan yang melintas aksi demo jalan melambat namun arus lalu lintas di depan Gedung Sate tetap lancar. Hingga pada pukul 11.30WIB Massa mulai meninggalkan lokasi aksi.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA