Musim Kemarau, Distan Lakukan Percepatan Olah Tanah dan Tanam Padi

Bandung Raya

Rabu, 11 September 2019 | 12:33 WIB

190911124059-musim.jpg

PADA musim kemarau 2019 ini, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung melaksanakan gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi seluas 120-150 hektare di Gapoktan Mekar Jaya Kelurahan Wargamekar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Rabu (11/9/2019). Gerakan tersebut dengan memanfaatkan sumber air dari aliran Sungai Citarum, dengan pengairan memanfaatkan mesin pompa dan pipanisasi hingga disalurkan sejauh antara 1-2 km.

Gerakan tersebut langsung diawali oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. H. Tisna Umaran, M.P., Pejabat Upaya Khusus Penanganan Pengolahan dan Penanaman Kementerian Pertanian RI Ugi Sugianto, S.Ip., dan melibatkan puluhan petani dan buruh tani di kawasan tersebut. Pengolahan lahan itu dengan menggunakan mesin traktor roda empat dan roda dua. Pada saat itu pula, para petani langsung melakukan penanaman padi dengan cara tanam benih langsung.

"Gerakan percepatan olah tanah dan tanam padi ini merupakan semangat kita dalam percepatan tanam padi," kata Tisna di hadapan para petani.

Sering kali para petani berpandangan, awal musim tanam merupakan awal musim hujan. Sebenarnya tak mutlak, awal musim hujan adalah awal musim tanam. "Sebetulnya, ada sumber air bisa dilakukan penanaman. Seperti halnya di lahan pertanian ini, musim kemarau bisa melaksanakan tanam padi karena ada sumber air," kata Tisna.

Menurutnya, gerakan percepatan tambah luas lahan pertanian ini untuk merespon kepedulian Kementerian Pertanian yang sudah merealisasikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Permintaan bantuan alsintan itu betul-betul apa yang dibutuhkan pertanian di lapangan.

Tisna berharap, bantuan alsintan yang digulirkan ke gapokan itu, bisa dimanfaatkan untuk percepatan tanam padi seluas 150 hektare dari luas lahan 360 hektare di Kelurahan Warga Mekar tersebut.

"Untuk mengejar target percepatan olah tanah dan tanam padi itu, kita bisa memanfaatkan alsintan berupa traktor roda empat. Alsintan itu ada di brigade dan bisa dimanfaatkan, dioperasionalkan di sini," harapnya.

Untuk pengairannya bisa memanfaatkan mesin pompa dan selang bantuan dari kementerian, termasuk benih padi. Namun ia berharap ada bantuan tambahan berupa bahan bakar minyak untuk operasional alsintan saat pengolahan tanah.

"Jika target percepatan olah tanah dan tanam padi tercapai digapoktan ini, bisa dikembangkan di tempat lain yang memiliki sumber air disaat musim kemarau," harapnya.

Menurutnya, dengan adanya percepatan tanam padi ini, akan mempercepat masa panen padi disaat memasuki awal musim hujan mendatang. Bahkan harga gabah kering panan bisa lebih mahal, yaitu Rp 6.000/kg.

Ia menjelaskan, luas baku lahan pertanian di Kabupaten Bandung mencapai 36.000 ha, dan saat ini ditanam seluas 17.000 ha. Sementara yang dilanda kekeringan seluas 900 ha dengan kualifikasi ringan, sedang dan berat.

"Seluas 4 ha mengalami fuso, dan itu relatif rendah jika dibandingkan dengan luas lahan 17.000 ha yang ditanami padi," katanya.

Menurutnya, persediaan alsintan bantuan dari pemerintah sudah memadai, tinggal para petani memanfaatkannya secara optimal di musim kemarau ini. Terutama yang ada sumber airnya.

"Tetapi kita tetap melaksanakan pendampingan dalam pemanfaatan alsintan tersebut. Apalagi di Dinas Pertanian ada brigade penanaman sabilulungan, dengan mengikutsertakan masyarakat, bagaimana mengamati dan menanggulangi persoalan pertanian di lapangan. Termasuk penanggulangan hama penyakit tanaman," paparnya.

Dinas Pertanian juga turut menyiapkan mobil bengkel alsintan. Fasilitas yang disiapkan untuk pengelasan, selain persediaan onderdil sederhana. "Bengkel alsintan ini melayani dengan gratis," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA