Pimpinan Definitif Harus Segera Menyiapkan AKD

Bandung Raya

Selasa, 10 September 2019 | 19:48 WIB

190910194917-pimpi.jpg

net

ANGGOTA DPRD Kabupaten Bandung, H. Sugianto menyatakan, setelah surat keputusan (SK) penyusunan pembentukan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Bandung diterbitkan oleh gubernur Jabar, pimpinan definitif harus segera menentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Kabupaten Bandung.

Penyusunan pembentukan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Bandung sudah dibahas lembaga legislatif itu melalui rapat paripurna di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bandung di Soreang, Selasa (10/9/2010). Pimpinan definitif DPRD Kabupaten Bandung itu diusulkan oleh masing-masing fraksi di lembaga dewan sesuai dengan perolehan suara terbanyak pada pemilihan legislatif 2019 lalu.   
   
Menurut Sugianto, hasil rapat paripurna itu disampaiukan ke eksekutif atau bidang pemerintahan umum untuk diusulkan kepada gubernur Jabar. Selanjutnya, gubernur menerbitkan SK kaitan pimpinan definitifDPRD Kabupaten Bandung.

"Setelah SK dari gubernur turun, selanjutnya dilakukan pengukuhan dan pengucapan sumpah janji pimpinan definitif DPRD Kabupaten Bandung dengan didampingi oleh Ketua Pengadilan Negeri Bale Bandung," katanya.

Sugianto mengatakan, setelah pengucapan sumpah dan janji pimpinan definitif tersebut, pimpinan definitif untuk segera menentukan alat kelengkapan DPRD Kabupaten Bandung.

"Tugas yang cukup berat sudah menunggu DPRD, terutama pembahasan kebijakan anggaran dan platfon anggaran sementara 2020," katanya.

Mengingat, imbuh Sugianto, pelayanan tersebut tak boleh tertunda dan proses pembangunan di masyarakat tak boleh ditunda begitu saja. Artinya, tetap harus melaksanakan agenda dan tahapan yang sudah disiapkan sebelumnya.
 
"Pemerintah Kabupaten Bandung bersama legislatif harus bersama-sama mengejar waktu yang disiapkan sebelumnya," ungkapnya.

Sugianto berharap, delapan fraksi partai politik yang ada di lembaga legislatif tersebut harus sama-sama membangun sinergitas dengan sejumlah pihak. Pasalnya, sebanyak 55 anggota dewan dari delapan fraksi itu sudah ada dalam satu atap.

"Kita harus membangun kebersamaan dengan stickholder, terutama dengan insan pers. Dengan harapan kegiatan DPRD Kabupaten Bandung betul-betul bisa terekspos melalui media massa," harapnya.

Ia mengatakan, pihaknya menerima saran, masukan dan kritikan dari insan pers. Bahkan, hal itu sangat dinantikan. "Kami tidak tabu atas saran, masukan dan kritikan yang membangun. Dengan harapan sumber berita benar-benar obyektif," ungkapnya.

Pihaknya pun tidak akan menutup diri, apalagi jika berita itu dibutuhkan masyarakat sehingga harus segera disosialisasikan. Dengan harapan, masyarakat bisa melihat dan mendengar langsung kinerja DPRD Kabupaten Bandung.

"Pastinya, masyarakat sudah menunggu kiprah DPRD Kabupaten Bandung. Hal itu kembali ke sumpah dan janji masing-masing anggota dewan saat pengukuhan," katanya.

Sugiantomengatakan, saat ini segudang PR yang harus dilakukan oleh anggota legislatif, setelah sebelumnya berkunjung ke lapangan dan menemui masyarakat. Bahkan, setelah dilantik, banyak aspirasi yang sudah masuk ke dewan.

"Yang menjadi PR anggota legislatif itu bagaimana kita menyiapkan APBD 2020, selain melakukan pengawasan APBD tahun berjalan dan APBD perubahan. Termasuk kita menyiapkan persiapan pilkada yang akan menguras tenaga. Meski demikian, pelaksanaan pilkada berjalan lancar, sukses dan tanpa ekses," ungkapnya.
 
Ia menuturkan, di DPRD Kabupaten Bandung saat ini tak ada fraksi gabungan dan semuanya mandiri. Seluruh partai politik bisa menjadi fraksi masing-masing," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA