Kembangkan Potensi Siswa, SD Tunas Unggul Terapkan Metode My Conference

Bandung Raya

Selasa, 10 September 2019 | 18:19 WIB

190910181827-kemba.jpg

Rio Ryzki Batee

DALAM mengembangkan potensi kemampuan akademik siswa, SD Tunas Unggul menerapkan metode My Conference . Dimana siswa tidak terus berkutat dengan kertas dan pensil, namun juga dapat dilakukan dengan beragam metode pembelajaran lainnya.

Pengaplikasian ilmu tersebut dapat melalui presentasi hasil belajar maupun membuat suatu karya penelitian. Para siswa mulai dari level satu hingga lima menjelaskan hasil belajarnya secara bergantian, dengan tema yang telah dipilih oleh para guru dalam menyesuaikan hasil belajar mereka.

Kepala Sekolah SD Tunas Unggul, Feridarnalis mengatakan My Conference merupakan metode dalam mempresentasikan hasil belajar yang diperoleh para siswa. Hal tersebut, langsung kepada orang tuanya maupun kepada orang tua dari siswa lainnya.

"Ini merupakan bagian dari mempersiapkan anak tangguh abad 21. Dimana tidak hanya sekedar belajar dari buku saja, tapi bagaimana mereka juga berbicara didepan orang banyak, berkejaran dengan waktu, bekerjasama dengan banyak orang dan lain sebagainya," ungkapnya di SD Tunas Unggul, Jln. Pasir Impun, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, para siswa dapat mengembangkan berbagai skill maupun potensinya, terlebih dengan menggunakan media pembelajaran empat dimensi. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, siswa bukan hanya memperoleh informasi dari buku tapi juga dapat melihat dan memprakterkan langsung apa yang dipelajarinya.

"Seperti dengan media empat dimensi, untuk mempelajari katak maka bisa dilihat organnya dari berbagai sisi. Ini membuat siswa lebih semangat dibanding hanya sekedar gambar di buku pelajaran," katanya.

Diakuinya, dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan masing-masing kelas, tidak mudah. Sehingga pihaknya membentuk tim kecil di setiap jenjang kelas, yang akan mempresentasikan materi apa yang cocok dan sesuai bagi siswa.

"Ini tentu jadi perhatian karena kita melihat bagaimana materi yang diberikan kepada siswa, apakah terlalu tinggi atau rendah. Karena perlu disesuaikan dengan kemampuan jenjang kelas masing-masing," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pengawas SD Disdik Kota Bandung, Momon mengatakan bahwa inovasi tersebut diperlukan karena perkembangan zaman yang terjadi saat ini. Sehingga pembelajaran yang dilakukan tidak hanya berbentuk konvensional, tapi memiliki terobosan baru yang dapat merangsang potensi siswa.

Diakuinya masih banyak sekolah di Kota Bandung, yang masih menerapkan pembelajaran dengan metode konvensional. Oleh karena itu, pihaknya berharap tumbuh juga kreativitas dari guru maupun sekolah, untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih baik.

"Dengan terus mempertahankan mutu dan kualitas pembelajarannya, tentu akan memberikan dampak positif kepada para siswa. Maka kami akan membawa metode SD Tunas Unggul ke sekolah lainnya," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA