100 Produk UMKM KBB Dipamerkan

Bandung Raya

Minggu, 8 September 2019 | 21:28 WIB

190908212959-100-p.jpg

Humas KBB

SEBANYAK 100 produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Bandung Barat yang menjadi unggulan bagi Jawa Barat dipamerkan pada Peringatan Hari Koperasi ke-72 Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Bandung Barat di Plaza Mekarsari Ngamprah, Minggu (8/9). Kegiatan ini digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bandung Barat.

Total UMK yang ikut serta dalam pameran sebanyak 130 pelaku UMKM. Dimana 30 UMKM masih dalam level binaan kecamatan dan dinas.

Kegiatan ini dibuka sekaligus dihadiri Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Hadir pula Ketua sementata DPRD Kabupaten Bandung Barat Bagja Setiawan, Kepala Dinas koperasi dan UKM Provinsi Jabar Kusmana Hartadji, dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat Ade Wahidin.

Kegiatan yang ditampilkan tidak hanya produk UKMn saja, melainkan diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang diperuntukkan masyarakat yaitu mengadakan khitanan masal dan gerak jalan santai. Untuk khitanan masal pesertanya sebanyak 30 anak, sedangkan untuk gerak jalan santai diikuti sebanyak 400 koperasi se- Bandung Barat

"Hingga kini, koperasi masih saja bergulat dengan perjuangan untuk tetap bertahan hidup. Harapannya di era digitalisasi, koperasi pun harus mengikuti perubahan yang begitu pesat, di mana di era industri ini koperasi harus masuk ke dunia digital dan menggunakan kecanggihan teknologi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada anggota," kata Bupati Umbara.

Untuk itu, lanjut bupati, koperasi di Bandung Barat harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang handal dan didasari oleh tekad untuk siap berubah dalam menyikapi tantangan kekinian.

"Di Bandung Barat semua produk UMKM akan dipasarkan di sejumlah objek wisata. Sehingga wisatawan tidak hanya sekedar menikmati wisatanya tapi juga pulang.membawa oleh-oleh khas Bandung Barat, itu berarti bisa lebih memperkenalkan dan mengangkat produk umkm," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas koperasi dan UKM Provinsi Jabar Kusmana Hartadji, MM. mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM memiliki tiga kebijakan yang telah dilaksanakan untuk mereformasi total koperasi, yaitu pertama, Reorentasi yaitu merubah mindset dari orientasi pada jumlah (kuantitas) menjadi mutu (kualitas), sehingga kebijakan lebih diarahkan untuk memperkuat mutu koperasi.

"Kedua, eehabilitasi telah dilakukan penguatan sistem database koperasi, sehingga koperasi yang terdata hanya yang benar-benar sehat saja," katanya

Ia menambah, ketiga pengembangan, yaitu meningkatkan kapasitas koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA