Peringati Harpelnas, BPJSTK Cimahi Serahkan Santunan dan Kunjungi Pasien

Bandung Raya

Sabtu, 7 September 2019 | 05:45 WIB

190907054726-perin.jpg

ist

MEMPERINGATI Hari Pelanggan Nasional (HARPELNAS), BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Cimahi menyerahkan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris yang meninggal dunia dan kunjungan pasien JKK di Rumah Sakit, belum lama ini.

Pps. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cimahi, Hari Santoso mengatakan, almarhum tenaga kerja yang meninggal dunia bernama Tri Wahyudi. Penyerahan santunan ini, dilakukan di ruang rapat kantor PT. Ateja Tritunggal. Hal itu, diterima langsung oleh istri ahli waris almarhum Ibu Aisyah Mariana, disaksikan langsung oleh Human Resources General Manager PT Ateja Tritunggal, Ferry Tjandra.

“Nominal yang diberikan ini, tak dapat dibandingkan dengan jiwa yang hilang. Setidaknya santunan ini, sebagai bentuk perhatian yang dapat meringakan beban ahli waris, karena BPJSTK bertanggung jawab memberikan santunan bagi semua peserta yang mengalami kecelakaan kerja,” katanya.

Klaim untuk peserta Tri Wahyudi ini, katanya, sebesar Rp. 189.017.120 yang terdiri dari Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp. 30.077.120 dan Santunan Meninggal Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp. 146.940.000 serta santunan berkala Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp. 341.400/bulan.

“Selain JKK, BPJSTK juga peduli akan pendidikan anak Almarhum yang masih bersekolah, dengan memberikan beasiswa Pendidikan untuk 1 orang anak ahli waris yang duduk di SMA sebesar Rp12 juta,” papar Hari.

Di hari yang sama Hari Santoso beserta rombongan, juga mengunjungi pasien rawat inap yang mengalami kecelakaan kerja di RSUD Cibabat, Cimahi.

Didin Saepudin (45), Karyawan PT. Jamafac, merupakan pasien yang dikunjungi pihak BPJSTK Cimahi, mengunkapkan dirinya merasa senang dapat dijenguk langsung. Kunjungan ini, merupakan suatu rasa kepedulian yang tinggi terhadap peserta yang sedang dirawat.

Didin, mengalami kecelakaan saat bekerja pada tanggal 31 Agustus 2019 pukul 02.30 WIB. Saat itu, ia sedang membersihkan kotoran splint di atas tris oven. Dikarenakan sandal yang dipakai basah dan licin, korban terpeleset dan jatuh ke lantai dengan posisi berdiri yang mengakibatkan kakinya retak.

“Dalam kasus ini, BPJSTK menanggung secara penuh biaya pengobatan untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) selama dirawat hingga pasien sembuh total. Dalam hal ini, tak ada batasan biaya untuk perawatan peserta yang mengalami kecelakaan kerja.  Berapapun biayanya akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Hari.

Hari menambahkan, bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapatkan STMB dengan rincian 6 bulan pertama akan diberikan pengganti upah gaji sebulan penuh. Selanjuntya, 6 bulan kedua sebesar 75% upah dan 6 bulan ketiga dan seterusnya 50% upah. Hal itu, semua ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Tentunya ini merupakan bentuk tindakan preventif yang dilakukan oleh BPJSTK. Diharapkan peserta yang tak mampu bekerja, tidak hilang penghasilannya dan dapat terpenuhi kebutuhan rumah tangganya untuk sehari-hari,” tukas Hari.

Sementara itu, Human Resources General Manager PT Ateja Tritunggal, Ferry Tjandra menjelaskan sepakat dengan apa yang disampaikan Hari Santoso. Santunan ini, merupakan bentuk perhatian yang dapat meringakan beban ahli waris.

“Harapannya apa yang sudah diberikan BPJS Ketenagakerjaan ini, bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, oleh ahli waris. Jangan dihambur-hamburkan untuk hal-hal yang tidak perlu, agar dapat dipergunakan untuk melanjutkan kehidupannya ke depan bagi anak-anaknya,” jelasnya. (Krisbianto).**

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA