Gesturban Ajak Anak dan Remaja Berkurban

Bandung Raya

Jumat, 6 September 2019 | 22:08 WIB

190906221021-gestu.jpg

Engkos Kosasih

GERAKAN satu rumah satu kurban (Gesturban) dilaunching di halaman Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Bumi Panyawangan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, Jumat (6/9/2019) malam. Launching gesturban itu bersamaan dengan menyambut peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah yang dikemas oleh remaja dan DKM Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Launching gesturban itu langsung dilakukan oleh K.H. Jujun Junaedi, sebagai tokoh agama terkemuka di Bandung. Dalam launching itu ditandai dengan, K.H. Jujun Junaedi menyerahkan celengan kepada kedua anak untuk tempat menabung yang nantinya dalam kurun waktu satu sampai tiga tahun uangnya bisa digunakan untuk melaksanakan ibadah berkurban. Turut disaksikan Pembina Remaja sekaligus penyelenggara kegiatan Gebyar Muharram Remaja Drs. Asep Sujana.

Selain launching gesturban, juga dilaksanakan taushiah dengan narasumber K.H. Jujun Junaedi dan muhasabah oleh Ustadz Yadi Saeful Hidayat. Ratusan warga turut hadir pada pelaksanaan launching gesturban, taushiah dan muhasabah tersebut.

Pihak panitia pun memfasilitasi grup nasyid dalam kemasan Islami tersebut. Bahkan, sebelumnya turut dilaksanakan lomba pidato dan pawai obor yang melibatkan anak-anak dan remaja di lingkungan masjid tersebut.

K.H. Jujun Junaedi pun sangat mengapresiasi dengan ide brilian yang dilaksanakan remaja dan DKM Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Bumi Panyawangan Cileunyi tersebut.

"Ini ide brilian super cerdas. Ibadah itu harus diniatkan, direncanakan dan dilaksanakan," kata Jujun.

Jujun mengharapkan, ide brilian yang dilaksanakan para remaja masjid dan DKM Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq tersebut, bisa melaksanakan kurban setiap rumah pada tahun mendatang.

"Sisa belanja bisa ditabungkan untuk melaksanakan ibadah kurban. Jangan sampai rajin merokok, tapi kurban belum pernah," katanya.

Sekretaris DKM Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq Dadan Hendaya mengatakan, program gesturban ini merupakan program unggulan yang digagas para remaja dan DKM masjid tersebut.

"Melalui program gesturban ini, satu rumah satu kurban. Diharapkan, tahun depan bisa mulai melaksanakan program gesturban tersebut," kata Dadan.

Ia menjelaskan di lingkungan masjid tersebut banyak kegiatan keagamaan.

Sama halnya yang dikatakan Setyoadi, Ketua Gesturban.
Menurut Tio, panggilan akrab Setyoadi, gesturban merupakan kegiatan sosial, mendorong umat Islam melaksanakan ibadah kurban. "Melalui program unggulan gesturban ini, setiap rumah didorong melaksanakan kurban. Caranya, bisa dengan cara menabung," kata Tio.

Ia mengatakan, untuk merencanakan ibadah kurban tersebut, peserta bisa menyetorkan tabungan ke rekening gesturban. Kemudian, bisa dengan cara tabungan celengan. Tabungan celengan ini, bagi anak-anak, remaja yang diarahkan untuk berkurban.

"Tapi untuk anak-anak tidak harus tahun depan melaksanakan ibadah kurban. Tetapi, bisa dilaksanakan dua sampai tiga tahun mendatang," jelasnya.

Melalui program gesturban ini, lanjutnya, perencanaan melaksanakan ibadah kurban, satu hari sebelum hari H. Sementara pengelola gesturban akan mempersiapkan dari sisi hewan dan pelaksanaannya.

"Program gesturban ini, memfasilitasi penitipan hewan kurban, misalnya beli di kampung atau tempat lain, dan disembelih di sini (gesturban/Masjid Abu Bakar Ash-Siddiq," ungkapnya.

Tio pun mengatakan, setiap peserta bisa dengan mudah merencanakan melaksanakan ibadah kurban. Merencanakan dan melaksanakan ibadah kurban melalui program gesturban, aman dan amanah.

"Peserta akan mendapatkan laporan. Karena kami akan selalu melaporkan kepada peserta. Kita up-date terus informasi kepada peserta," tuturnya.

Menurutnya, program gesturban mengandung makna edukasi kepada anak-anak dan remaja. Soalnya, mendorong mereka untuk terbiasa menabung guna persiapan melaksanakan ibadah kurban.

"Merencanakan kurban menjadi prioritas untuk pengaturan keuangan. Dalam perencanaan kurban ini, peserta bebas memilih untuk merencanakan kurban. Kami berharap, gesturban terus berkembang di Jabar, bahkan di Indonesia," pungkasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA