Kunjungi Pasar Andir, Yana Pastikan Pelayanan pada Pedagang dan Pembeli Berjalan Normal

Bandung Raya

Senin, 2 September 2019 | 19:50 WIB

190902195150-kunju.jpg

Yeni Siti Apriani

PASCAPENGAMANAN aset oleh PD Pasar Bermartabat, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengunjungi Pasar Andir, Senin (2/9/2019). Kedatangannya untuk memastikan pelayanan pada pedagang dan pembeli di Pasar Andir berjalan normal dan baik.

"Sepintas, kita lihat berjalan baik dan normal. Saya lihat suasananya biasa saja," ungkap Yana.

Terkait pengamanan Pasar Andir yang melibatkan anggota kepolisian dengan membawa senapan, Yana mengaku, hal ini tidak mengganggu aktifitas di Pasar Andir dan sifatnya sementara. Ditegaskannya, Pemkot Bandung hanya mengamankan aset yang dimiliki PD Pasar Bermartabat dengan bukti sertifikat.

"Prinsip kami, ini mengamankan aset milik kami. Sertifikatnya pun jelas atas nama kanu, kan wajar bila kami mengamankan aset," ungkapnya.

Bila PT APJ tetap bersikukuh mengklaim sebagai pengelola Pasar Andir dan bakal memproses secara hukUm, Yana mengaku pihaknya akan menghormatinya dan mempersilakan hal itu dilakukan Namun, ia sekali lagi menegaskan bila PD Pasar hanya mengamankan aset dan memastikan pelayanan berjalab normal.

Sementara Pjs Dirut PD Pasar, Lusi Lesminingwati mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan aset dan sedang berproses melakukan kesepakatan dengan pihak APJ. Pasalnya, PT APJ bertahan dengan keputusan BANI, padahal PD Pasar sudah lakukan banding.

"Kita akan lakukan pembicaraan, kalau berbicara bisnis, kita akan bicara bisnis. win win solution," tandasnya.

Pihaknya, kata Lusi, berupaya menjaga kondusifitas di Pasar Andir. Salah satunya dengan cara memperbaiki sarana prasarana, seperti meningkatkan kebersihan dengan perbaikan toliet, menyediakan tong sampah, mengganti lampu rusak, pengecatan dan lain-lain.

"Jadi intinya perbaikan sarana prasarana dasar suatu gedung sehingga pedagang dan pembeli di Pasar Andir nyaman," ungkapnya.

Terkait pembicaraan dengan PT APJ, kata Lusi, akan dilakukan hari ini atau besok agar komitmen kesepakatan segera hadir. "Insyaallah kita hormati PT APJ selaku pengelola sebelumnua, kita terbuka ubtik pembicaraan. Sudah dua kali kita ketemu dengan coorporate lawyernya, besok atau Rabu kita ketemu kembali," tandasnya

Diharapkan pembicaraan dilakukan secara kobdusif dan tidak meresahkan pedagang. Peluang untuk bekerja sama kembali masih terbuka.

"Pembicaraan hanya PT APJ dan PD Pasar, silakan pedagang beraktitifitas. Seperti imbauan pak wakil, jangan mau kabawa sekaba-kaba, kita bangun kondusifitas di Andir," tandasnya.

Terkait pengamanan yang melibatkan pihak kepolisian, ditegaskan Lusi untuk menjaga aset vital seperti panel listrik dab lainnya. Penjagaan dilakukan selama 24 jam.

"Selama seminggu ini kita lakukan perbaikab sarana prasarana, setelah itu inventarisasi," tetangnya

Sementara itu, salah seorang pedagang Pasar Andir, Bubun Abdurahman mengatakan sepengetahuannya konflik antara PT APJ dan PD Psar sudah berjalab tiga tahun.

"Kita rasakan selama tiga tahun ada dualisme pengelolaan, masing-masing klaim, itu berat bagi pedagang mau manut ke mana karena dua-duanya mengeluarkan dalilnya. Kita berpikir kalau konflik terus menerus enggak diselesaikan, pasti ada puncaknya yang bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab," ungkapnya.

Bagi pedagang, kata Bubun, keamanan merupakan hal yang utama. Ketika ada konflik pengelolaan tentunya sangat tidak diharapkan berdampak pada keamanan dan kenyamanan, serta keberadaan utilitas seperti air dan listrik. Terlebih kebakaran yang terjadi tahun 2010 pun menjadi momok menakutkan bagi pedagang.

"Mau dikelola PD Pasar atau pemerintah, kita inginkan yang sah," ungkapnya.

Terkait penhamanan yang melibatkan kepolisian, ungkap Bubun, hal itu bisa memberikan kenyamanan. Bila terjadi sesuatu, bisa ditangani secara cepat. Apalagi pengamanan ini dibarengi dengan perbaikan sarana dan prasarana karena selama tiga tahun ini tidak ada.

"Terlepas dari siapa yang memenangkan pengelolaan, baik dilakukan melalui perdamaian atau hukum bukan kapasitas kami. Kami harap agar pedagang tidak kebingungan ingin secepatnya ada pengelola yang sah," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA