Musim Kemarau, Penggali Sumur Ketiban Rezeki

Bandung Raya

Senin, 26 Agustus 2019 | 16:37 WIB

190826162054-musim.jpg

Dicky Mawardi

MUSIM kemarau tak membuat semua orang "menderita". Petani gagal panen dan tidak bisa bercocok tanam karena tidak adanya air, rumah tangga terganggu akibat sumber air bersih kekeringan sampai petugas pemadam kebakaran pun terkadang kesulitan untuk mencari air saat akan memadamkan api.

Ternyata ada satu profesi yang pada saat musim kemarau justru ketiban rezeki nomplok seperti penggali sumur yang kebanjiran order selama musim kemarau seperti sekarang ini.

Pada musim kemarau banyak sumur yang kekeringan. Sudah air sumurnya mengering, karena ketidaktahuan pula membiarkan mesin pompanya terus menyala sehingga membuat mesin penyedot air itu panas, sampai akhirnya rusak.

Persoalan itu sering muncul pada musim kemarau. Seperti dituturkan Agus Koswara (56) penggali sumur asal Kampung Cijeungjing RW 22, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat yang selama musim kemarau bisa menerima tiga order per harinya.

"Kasusnya sama, sumur mengering. Ada yang debit airnya turun membuat pipa menggelantung tak sampai ke titik air. Kalau airnya masih ada, tinggal sambung dengan pipa baru. Lain halnya jika dasar sumurnya mengering, harus dilakukan penggalian lagi," kata Agus saat menggali sumur milik OS.Dahyati warga Kampung Cijeungjing, Senin (26/8/2019).

Untuk memenuhi order dari masyarakat, Agus sampai harus membagi tiga kelompok pekerja. Setiap satu kelompok terdiri dari tiga sampai empat pekerja.

"Ongkos untuk membuat sumur baru ukuran kecil Rp 4,5 juta. Saya sih enggak menghitung tarif dari kedalaman galian, pokoknya sampai air keluar," ungkapnya.

Begitupun dengan biaya pengerjaan sumur bor, Agus mematok Rp 7 juta. Umumnya kedalaman sumur bor di Kampung Cijeungjing sekitar 30 meter.

Lain halnya di Kota Bandung dan sekitarnya, ongkos yang ia kenakan bisa sampai belasan juta rupiah. Pasalnya, pengeboran di daerah kota rata-rata lebih dalam dibandingkan dengan Cijeungjing.

"Alhamdulillah order banyak terus, jauh di atas musim hujan.Tidak hanya sebatas di Bandung Barat, tapi banyak datang dari Kota Bandung, Cimahi sampai Kabupaten Bandung," tuturnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA