PT Telkom Luncurkan Indigo Games Startup Incubation

Bandung Raya

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:28 WIB

190824162946-pt-te.jpg

ist

SADAR potensi besar industri gim di tanah air namun kontennya masih dominan produk luar,  PT Telkom, Tbk merilis program Indigo Game Startup Incubation.

Faizal Djoemadi, Direktur Digital Business PT Telkom, Tbk mengatakan, pihaknya mengembangkan inisiatif lanjutan program eksiting Indigo Creative Nation tersebut dengan merujuk sejumlah data terkait.

"Hampir seluruh konten gim yang dimainkan di Indonesia berasal dari luar negeri. Padahal value chain dari gim ini cukup besar, yaitu 10% sd 30%. Kami sangat yakin kemampuan generasi muda di Indonesia menciptakan konten sangat besar, terlebih Indonesia memiliki budaya lokal sangat kuat yang dapat dikembangkan melalui konten gim," katanya saat merilis program tersebut di sela-sela "DiLo Hackhaton Festival 2019" di Bandung Digital Valley, Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung, Sabtu (24/8/2019) pagi.

Dalam rilis yang diterima galamedinees, kegiatan tersebut dilangsungkan di 8 DiLo se-Indonesia yang diikuti 125 tim dari pendaftar sebelumnya 176 tim dengan total hadiah Rp300 juta. Khusus di Bandung, ada 15 tim yang ikut dalam aktivitas coding program secara spartan tersebut.

Faizal melanjutkan, sekalipun ada konotasi gim itu negatif, namun secara bisnis, sebenarnya telah mampu menjadi industri sendiri yang menghasilkan keuntungan bagi pemain di industri ini. Mulai dari pengembang konten game, publisher, agregator, payment, dan distributornya.

Menurutnya, industri gim global mutakhir memiliki pendapatan kotor senilai USD 120 juta atau sekitar 10 kali lipat dibandingkan industri konten sejenis yakni musik dan film.

Di sisi lain, pengguna gim di Indonesia saat ini terus tumbuh, baik mobile game maupun online PC game. Diperkirakan pendapatan kotornya tahun depan mencapai USD 1 juta, dan akan tumbuh 2 kali lipat di tahun 2025.

"Pertumbuhan industri ini tidak lain juga didukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia, tersedianya infrastruktur digital yang telah dibangun Telkom Group, serta bertambah banyaknya smartphone dan gadget di Indonesia," tambahnya.  

Indigo Game Startup Incubation sendiri tidak hanya bagi startup gim, namun juga ditujukan bagi mereka yang tertarik ingin belajar terjun ke industri gim. Sebab, industri gim merupakan salah satu bisnis digital yang tengah dikembangkan Telkom Group.

"Oleh karena itu, mengembangkan Indigo Game Startup Incubation merupakan sebuah ajakan untuk berkolaborasi mengembangkan industri gim di tanah air dan bersama-sama tumbuh menjadi ekosistem yang besar. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, gim yang dikembangkan dari Gegerkalong ini dapat mendunia dengan cepat," katanya.

PT Telkom berharap program dan sarana ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin agar bersama-sama mentumbuhkan industri game di Indonesia dengan konten game dalam negeri yang mampu mengungguli konten dari luar negeri.   

Apalagi, sambung mantan CEO PT Telin ini, saat ini Indonesia tengah mengembangkan ekonomi digital sebagai kekuatan dalam mensejahterakan Indonesia. Karenanya, terdapat kesempatan bagi para generasi muda dalam memberikan kontribusi sebesar-besarnya melalui sektor digital.

Di sisi lain, Telkom sudah lama hadir (tahun 2009) menangkap peluang tersebut melalui program Indigo Cretive Nation yang diantaranya menyediakan DILo/Digital Lounge sebagai tempat pengembangan ide-ide inovasi dan kapabilitas digital yang tidak hanya terkait kemampuan teknis, melainkan juga aspek bisnis dan customer experience.

"Kegiatan DILo Hackathon Festival ini merupakan salah satu ajang pembuktian bagi para pegiat digital untuk menampilkan ide-ide segarnya dan kemampuan mengembangkan produk digital yang selanjutnya dapat diinkubasi maupun dikembangkan lebih lanjut setelah acara ini berakhir," katanya.

Hal ini ditambah inisiatif Telkom mengembangkan platform digital yang dapat dimanfaatkan gratis dalam membangun inovasi-inovasi secara cepat, seperti BigBox API dan platform IoT Antares yang juga digunakan dalam DILo Hackathon Festival 2019 tersebut.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA