600 Desa Tertinggal Di Jabar Bakal Terkena Digitalisasi

Bandung Raya

Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:41 WIB

190822183432-600-d.jpg

lampungpost.id

Ilustrasi.

DESA tertinggal di Jawa Barat mulai tersentuh digitalisasi melalui pemasangan jaringan Internet gratis yang, saat sudah 155 desa dari 600 desa tertinggal yang pasang jaringan internet dan layanan Wifi, dari pemerintah provinsi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskomfinfo) Jawa Barat, Setiaji menargetkan, 2019 rampung seluruh desa menerima pemasangan jaringan internet tersebut, namun saat ini sedang dalam evaluasi terkait layanan dan program Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti).

"Dalam proses menuju 600 sekarang terpasangan 155 desa kami akan evaluasi terlebih dahulu dari yang sudah terpasang," kata Setiaji, usai acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Jalan Diponegoro kota Bandung, Kamis (22/8/2019).

Evaluasi tersebut, Setiaji menuturkan, menitikberatkan dari sisi pemakaian dan efek dari jaringan internet di masyarakat. Di mana di harapkan dapan menjadikan masyarakat lebih produktif, salah satunya dari sektor ekonomi.

"Di sisi lain kami juga akan berdiskusi, yang desa sisanya belum terpasang apakah mau dengan model yang lama atau yang baru," katanya.

Setiaji menjelaskan, ada dua metode yang akan didiskusikan yaitu memperbesar kapasitas banwidth juga melalui metode pemberdayaan. Hal ini agar manfaat dari pemasangan wifi gratis di sejumlah desa tersebut lebih terasa oleh masyarkat.

"Saat ini kan kita pasang kapasitasnya hanya dua mega, coveragenya juga enggak banyak. Dipakai oleh lima orang saja sudah kesulitan," ujarnya.

Rencananya, diskusi tersebut akan dilakukan pada salah satu desa di Kabupaten Tasikmalaya, pekan depan. Di mana di lokasi tersebut telah mengaplikasikan metode pembedayaan melalui Badan Usaha Milik Antar Desa (Bumades) yang berbentuk konsorium.  

Menurut Setiaji, dengan model Bumades ini dapat memaksimalkan percepatan desa. Di mana setelah diterapkan di satu desa, berkembang menjadi enam desa dan akan diaplikasikan pada seluruh desa di Kabupaten Tasikmalaya

"Bakti hanya salurkan (jaringan wifi) di salah satu lokasi, kemudian masyarkat akan men-share ke berbagai desa. Kita diskusi Minggu depan dengan Bakti langsung di lokasi," katanya.

Selain itu, lanjut Setiaji, pihaknya melakukan pertemuan dengan Diskominfo pada 27 kota Kabupaten di Jabar untuk mengupayakan metode baru tersebut. Upaya tersebut agar pihaknya tidak sekadar berupaya melalukan pemasangan wifi gratis di sejumlah desa, namun harus dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Menkominfo juga sudah punya satelit baru kapasitasnya bisa menjadi besar," kata dia.

Disinggung terkait kendala, menurut Setiaji, memang tidak semua desa dapat dipasag fiber optik untuk menyalurkan jaringan wifi ke masyarkat. Namun, dia tambahkan, Bakti telah berkomitmen menginstalasi VSAT (Very Small Aperture Terminal) untuk menerima dan mengirim data ke satelit.

"Kita kerjasama dengan Bakti kan mereka menyiapkan VSAT yah satelite, karena sulit ada yang pegunungan daerahnya itu. Untuk memasang fiber optik itu agak sulit medannya," tutur dia.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA