Musim Kemarau, Masyarakat Harus Hemat Air Bersih

Bandung Raya

Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:33 WIB

190822133401-musim.jpg

Engkos Kosasih

SEKRETARIS Kecamatan Majalaya Heri Mulyadi mengingatkan masyarakat untuk menghemat air bersih, menyusul musim kemarau yang sudah berlangsung selama 3-4 bulan ini.

"Perlu disampaikan kepada masyarakat, dengan situasi seperti ini (musim kemarau), masyarakat harus menghemat air bersih," kata Heri pada kesempatan lokakarya mini yang diselenggarakan Puskesmas Wangisagara di Aula Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (22/8/2019).

Di sisi lain disetiap musim kemarau, imbuh Heri, kawasan Majalaya tak banjir dari luapan Sungai Citarum. "Biasanya, Majalaya langganan banjir," ucap Heri.

Ia pun berharap, dengan adanya proyek normalisasi Sungai Citarum ini, dapat meminimalisir ancaman banjir di Majalaya dan sekitarnya saat memasuki musim kemarau. "Saat ini, sedang dalam pembangunan infrastruktur," ujarnya.

Menghadapi musim kemarau ini, ia mengatakan, para petani mengalami kesulitan air untuk mengairi lahan pertanian, sehingga mengalami kekeringan di beberapa wilayah.

"Berdasarkan informasi terkait dengan fenomena alam, kemarau diperkirakan masih lama dan perlu diantisipasi terkait kebutuhan air bersih. Pasalnya, kehidupan masyarakat tak lepas dari kebutuhan air bersih," ungkapnya.

Pada musim kemarau ini, Heri pun mengimbau kepada masyarakat jangan buang air besar (BAB) sembarangan. Pada musim kemarau ini harus diwaspadai, jangan sampai BAB sembarangan. "BAB sembarangan mengancam kesehatan masyarakat," katanya.

Terkait dengan kebutuhan air bersih tersebut, ia pun tak bosan-bosan mengingatkan kepada masyarakat untuk memperhatikan kesehatan dan kebersihan lingkungan.

"Salah satunya, kita berusaha dan mengajak masyarakat untuk sama-sama meminimalisir atau melakukan pencegahan stunting (pertumbuhan manusia (kerdil) yang tak sesuai dengan usianya)," ujarnya.

Di tempat sama, Anggota Koramil 0905/Majalaya Sertu Iwan Mulyana mengatakan, pemerintah saat ini sedang melaksanakan proyek normalisasi Sungai Citarum. Bahkan berkaitan dengan program Citarum Harum yang melibatkan Satuan Tugas Citarum Harum, Iwan berharap kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah tersebut.

"Jangan sampai masyarakat membuang sampah sembarangan ke Sungai Citarum," harap Iwan.
Menurutnya, dalam penanganan sampah, pemerintah terus menggulirkan berbagai program dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait persoalan sampah.

"Di antaranya, pemerintah mendorong masyarakat untuk mengolah sampah di rumah tangganya masing-masing. Dengan harapan bisa mengurangi sampah rumah tangga," katanya.

Iwan mengatakan, sampah yang tidak bisa diolah atau didaur ulang, yaitu dalam bentuk residu bisa dikumpulkan dan dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah. "Pengangkutan sampahnya menggunakan mobil pemerintah," katanya.

Iwan pun turut mensosialisasikan program KB kesehatan, yang merupakan bagian dari program TNI manunggal. "Kami berharap masyarakat mendukung program tersebut supaya bisa berjalan lancar," harapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA