Menwa Mahawarman Batalyon XI/UPI Gelar Diskusi Kepemudaan

Bandung Raya

Kamis, 22 Agustus 2019 | 10:27 WIB

190822102907-menwa.jpg

ist

PULUHAN pemuda dan mahasiswa menghadiri diskusi yang digelar Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon XI/UPI menggelar diskusi kemerdekaan "Pemuda Indonesia Benteng Persatuan Negara" di Northwood Cafe, Jalan Gegerkalong Hilir, Rabu (24/8/2019).

Komandan Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon XI/UPI, Raden Ahmad Hilmi Khoiri mengatakan acara merupakan upaya membina pemuda agar aktif dalam menjaga persatuan bangsa.

"Saya harap kegiatan seperti ini dilaksanakan berkesinambungan agar mampu menambah wawasan mengenai peran pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa. Selain itu kami sebagai mahasiswa yang aktif dalam bidang pendidikan diharapkan mampu mengedukasi sumber daya manusia yang ada guna menciptakan inovasi demi meningkatkan persatuan bangsa" ujarnya dalam rilisyang diterima galamedianews, Kamis (22/8/2019).

Salah seorang peserta, Reza Adriantika Suntara, yang saat ini menjalani studi di Pasca Sarjana di Universitas Pendidikan Indonesia mengatakan, para pemuda harus mampu menyelesaikan permasalan di negara ini dengan bijak dan menjunjung tinggi ke bhinekka an yang menjadi ciri khas Indonesia.

"Para pemuda dahulu berkumpul dalam rangka sumpah pemuda dengan tidak memandang suku, budaya, bahasa, ataupum agama. Mereka berkumpul demi tercipta persatuan di Indonesia," ujarnya.

Sedangkan peserta lainnya, Ghani mengatakan, pemuda harus mempunyai banyak perspektif dalam menghadapi permasalahan yang mengancam persatuan di Indonesia.

"Kuncinya pemuda harus memiliki banyak perspektif terhadap menyikapi permasalahan dengan tetap menjunjung ideologi Pancasila," katanya.

Dalam kegiatan diskusi tersebut disimpulkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Peran pemuda sangat dibutuhkan untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa dengan meningkatkan literasi agar memperoleh perspektif dari berbagai sisi untuk menghadapi berbagai persoalan yang mengancam keutuhan bangsa.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA