22 RW di Cimahi Alami Kesuliyan Air Bersih

Bandung Raya

Rabu, 21 Agustus 2019 | 18:05 WIB

190821175810-22-rw.png

Pikiran Rakyat

Ilustrasi.

KRISIS air sebagai dampak musim kemarau terus meluas di wilayah Kota Cimahi. Hingga pekan ini, tercatat ada 22 Rukun Warga (RW) dari 11 kelurahan yang mengalami kesulitan air bersih.

Dampak kemarau itu terlihat berdasarkan data permintaan air bersih yang masuk pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi.

Wilayah yang terdampak yakni RW 07 Kelurahan Cibabat, RW 04 dan 08 Kelurahan Cibeber, RW 01 dan 04 Kelurahan Cimahi, RW 12 dan 15 Kelurahan Leuwigajah, RW 11 dan 12 Kelurahan Pasirkaliki, RW 06 Kelurahan Cigugur Tengah, RW 06, 09 dan 14 Kelurahan Setiamanah, RW 04 Kelurahan Melong, RW 01, 07, 08 dan 13 Kelurahan Utama, RW 12, 18 dam 22 Kelurahan Cipageran, dan RW 04 Kelurahan Baros.

"Dari setiap RW yang terdata, tidak semua wilayahnya terdampak krisis air bersih. Krisis air bersih kemungkinan akan bertambah terus, hari ini juga ada permintaan baru dari RW 5 Kelurahan Cipageran, karena musim kemarau tahun ini diperkirakan sampai Oktober," ungkap Kepala UPT Air Minum Kota Cimahi, Dede Muhammad Asrori di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Rabu (21/8).

Ia menjelaskan, masyakarat bisa mengajukan permohonan bantuan air bersih melalui Ketua RW.

"Kami siap menyuplai air bagi masyarakat yang membutuhkan. Pengajuan bisa melalui RW yang diketahui pihak kelurahan," kata Dede.

Sejauh ini pihaknya sudah menyalurkan kiriman bantuan air ke 22 wilayah yang terdampak. Pengiriman air secara cuma-cuma ke wilayah yang mengalami kesulitan air ini dilakukan seminggu dua kali, dengan menggunakan mobil tangki 2 unit yang masing-masing berkapasitas 5.000 liter.

Sejak kemarau panjang yang berdampak pada krisis air, UPT Air Minun Kota Cimahi setiap minggunya menyuplai air bersih sekitar 210.000 liter melalui Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM).

"Gratis. Dan warga tidak dibatasi jumlah air yang akan diambilnya," ucapnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA