PSI Berharap Kota Bandung Terhindar dari Persoalan Intoleransi

Bandung Raya

Rabu, 21 Agustus 2019 | 17:04 WIB

190821170643-psi-b.jpg

Rio Ryzki Batee

PSI Kota Bandung melakukan pertemuan dengan Manajemen Rumah Makan Ponyo di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (21/8/2019)

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandung berharap Kota Bandung terhindar dari persoalan intoleransi. Terlebih dengan viralnya foto struk/ billing bertuliskan Customer Cina yang beredar di dunia maya di Rumah Makan Ponyo, baru-baru ini.

Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PSI, Erick Darmadjaya menyesalkan munculnya struk berbau sara tersebut, yang viral di Kota Bandung.

"Setiap kejadian itu seharusnya disikapi dengan bijak, jangan sampai timbul kata-kata yang berbau sara yang kemudian viral media sosial. Tentu kami sangat menyesalkan hal ini," ungkapnya usai pertemuan dengan Manajemen Rumah Makan Ponyo di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (21/8).

Menurutnya masyarakat harus dapat menjaga toleransi yang ada, sehingga tidak timbul adanya persoalan-persoalan yang berbau sara. Terlebih dengan kejadian di Manokwari dan Surabaya yang menyita perhatian masyarakat Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya meski sempat viral, masyarakat diharapkan dapat bijak dalam menyikapi persoalan intoleransi di Kota Bandung. Dengan demikian, dapat lebih terbuka, bergaul, bersikap toleransi dan saling menghargai perbedaan.

"Secara umum sikap toleransi di Kota Bandung sudah berjalan cukup baik. Hanya saja kata dia, masih saja ada kejadian-kejadian sikap intoleransi di masyarakat tanpa disengaja," katanya.

Erick menjelaskan bahwa sikap intoleransi sangat membahayakan terhadap tatanan sosial, yang sudah terjalin baik selama ini. Oleh karena itu, persoalan intoleransi di Kota Bandung harus dihapuskan.

"Yang namanya sikap menyinggung orang lain tentu enggak bisa dihindari secara total. Tapi kami sebagai partai anak muda selalu berupaya agar sikap intoleransi itu tidak terjadi di masyarakat. Kami sangat peduli dengan hal-hal seperti ini," tuturnya.

Sebelumnya Manajemen Rumah Makan Ponyo meminta maaf terkait viralnya foto struk/ billing bertuliskan Customer Cina yang beredar di dunia maya.

Manajer Operasional Ponyo, Muhamad Rijal Asyari menyampaikan permintaan maaf atas kelalain staf kasirnya, sehingga menimbulkan ketersinggungan.

“Kami meminta maaf atas kejadian tersebut. Adapun yang tercantum dalam struk itu setelah kami klarifikasi dari karyawan kami berinisial P, hal itu murni tindakan pribadi yang bersangkutan," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa secara sistem, pada mesin kasir tidak mencantumkan kalimat atau kata-kata yang berbau SARA. Namun, tulisan Cina yang tertera dalam struk, ditulis langsung oleh P.

"Dia (karyawan P), tidak menanyakan orderan dari customer. Sehingga dia tulis seperti itu (customer Cina). Seharusnya ditanya nama pemesannya. Kami juga tidak tahu motifnya apa, karena setelah didesak dia tidak mau menjawab. Sesuai prosedur, karyawan itu kini sudah mengundurkan diri," paparnya.

Rijal juga mengatakan, pihak manajemen Ponyo sudah bertemu dengan korban (Ibu A). Permintaan maaf pun menurutnya, sudah di sampaikan secara langsung. Sehingga kelalaian tersebut sudah dianggap selesai oleh kedua belah pihak.

"Ini merupakan pelajaran bagi kami. Kedepan, kami akan berhati-hati lagi dalam merekrut karyawan. Apalagi pelanggan Ponyo sejak tahun 1972, dari segala lapisan, tidak membedakan suku, ras maupun agama, Semuanya konsumen kami," tambahnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA