Pengemudi Gojek Bangga Ada Label Merah Putih

Bandung Raya

Selasa, 20 Agustus 2019 | 21:53 WIB

190820215418-penge.jpg

ist

PENGEMUDI gojek online (Gojek) di tempelin bendera merah putih di jaketnya merasa bangga menjadi bagian dari Gojek karena merasa memiliki nasional yang tinggi. Mereka juga mengaku akan memperjuangkan Gojek di meskipun banyak aplikator serupa yang menawarkan berbagai macam janji kesejahteraan.

Salah satu pengemudi Gojek, Chairul asal Bandung mengaku, bangga dalam artian bisa merasakan nasionalisme atau solidaritas, terlebih kata dia, pemasangan bendera merah putih di jaket yang pasang di atributnya di pasang bendera merah putih.

"Saya sangat bangga sekali. Ke depan saya akan fight ke gojek. Tidak akan pindah haluan walaupun masukan dari aplikator lain menawarkan kepada saya, saya tetap berjuang untuk Gojek,” kata Chairul, Selasa (20/8/2019) malam.

Semenjak bergabung pada 2015, Chairul menyebutkan Gojek membawa perubahan yang signifikan bagi dia dan keluarganya. Gojek juga dinilai Chairul memberikan banyak pengalaman dan ilmu-ilmu baru: melalui sharing.

“Sampai hari ini masih dikasih kesempatan sama gojek untuk mencari nafkah. Saya sangat bahagia dan puas sekali, bangga menjadi bagian dari Gojek. Gojek sangat berperan memberikan kontribusi baik untuk mitra drivernya dan secara global keluarga dan kebutuhan hidup. Dan kepuasan sendiri di saat melayani customer,” kata dia.

Chairul mengaku, menjadi mitra pengemudi ojek online tentu tidak selamanya berjalan lancar. Namun kata dka, tak menampik jika selama bekerja mengalami trouble atau masalah dengan aplikasi. Hanya saja, sangat memahami hal tersebut.

Sebagai alat transportasi berbasi online, kata Chairul, wajar jika sewaktu-waktu mengalami gangguan pada sistem. Apalagi, jumlah mitra pengemudi semakin hari semakin bertambah, begitu pula dengan penggunanya.

“Alhamdulillah selama ini tidak jadi sangat berarti meski ada eror atau kesalahan sistem Gojek dengan cepat melalui pesan aplikasi mengkonfirmasi, dan driver-driver memaklumi.,” ujarnya.

Chairul menambahkan, semakin ke sini kalau ada trouble ada error Gojek semakin cepat merespon. Bisa melalui call center bahkan sekarang udah ada tombol bantuan jika di jalan terjadi sesuatu.

"Gojek juga merespon masukan-masukan dari driver dan customer. Ini sangat terasa sekali kalau Gojek selalu melakukan inovasi-inovasi,” tuturnya.

Hal tersebut berbanding lurus dengan hasil riset yang dikeluarkan oleh Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI). Berdasar pengukuran kepuasan hidup mitra yang menggunakan instrumen The Satisfaction with Life Scale (SWL) dari Pavot dan Diener (2013)1 , skor rata-rata kebahagian mitra yang ditemukan pada penelitian ini adalah 24,3 dari skala maksimal 35.

"Secara umum mitra Gojek tergolong cukup puas dengan hidupnya yang menjadi lebih baik dan merasa bahagia.” katanya.

Sementara itu Peneliti LD FEB UI Bagus Takwin, memaparkan mitra memaknai pekerjaan mereka lebih dari sekadar menghasilkan uang untuk memenuhi kepentingan sendiri. Keadaan mitra Gojek yang bahagia bisa membuat mereka tetap semangat memperbaiki hidup sehingga bisa naik tangga kelas ekonomi dan sosial

“Mereka melihat hidup menjadi lebih bermakna karena dengan menjadi mitra Gojek, mereka bisa membantu banyak orang dan menebarkan kebaikan," kata Bagus saat dihubungi, Selasa (20/8/2019).

Dalam konteks industri digital yang menganut sistem kemitraan seperti Gojek, makna kerja menjadi penting karena setiap orang punya pilihan dan otonomi dalam bekerja, yang mana ini lebih memberdayakan mitra,” ucapnya.

"Kebahagiaan (wellbeing) menjadi optimal dengan adanya rancangan kemitraan Gojek, yang memungkinkan mitra memiliki kebebasan terhadap target dan waktu kerja mereka," tuturnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA