Tiga Kecamatan Pilot Project Program SLRT Kota Bandung

Bandung Raya

Selasa, 20 Agustus 2019 | 17:52 WIB

190820175330-tiga-.png

KECAMATAN Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler dan Bandung Kulon menjadi pilot project bagi program Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kota Bandung. Dimana ketiga kecamatan tersebut, menyumbangkan data kemiskinan yang cukup tinggi, dibanding kecamatan yang lain.

"Jadi SLRT baru di ujicoba kepada tiga kecamatan tersebut. Kalau bisa berjalan baik maka akan menjadi tolak ukur dan barometer bagi kecamatan yang lain," ungkapnya Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Tono Rusdiantono saat dihubungi via telepon seluler, Kota Bandung, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya dengan SLRT maka akan mendekatkan pelayanan sosial, data kemiskinan, penanganan rehab-sosial, pemberdayaan jaminan sosial dengan masyarakat. Termasuk persoalan kemiskinan yang ada di Kota Bandung.

Dikatakannya pihaknya kini terus melakukan updating data kemiskinan di Kota Bandung, dalam upaya menyelesaikan masalah sosial tersebut. Melalui updating data tersebut, pihaknya terus melakukan monitoring warga yang tidak mampu atau miskin.

"Kita monitoring dengan updating data ini, karena ada juga program dari pusat yang disalurkan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan non-tunai," katanya.

Tono menjelaskan bahwa jumlah warga miskin di Kota Bandung, per 2019 yakni sekitar 52 ribu. Sementara kuota bantuan dari pusat untuk Kota Bandung yakni sekitar 54 ribu warga. Oleh karena itu, dengan update data diharapkan warga miskin lainnya dapat terdata.

Lebih, jauh SLRT tersebut membuat seluruh layanan kesejahteraan masyarakat menjadi satu pintu. Sehingga bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan rujukan, akan persoalan yang terjadi.

"Jadi kalau persoalan kesehatan maka rujukan ke dinas kesehatan, begitu juga soal pendidikan. Kami menargetkan semua kecamatan sudah terintegrasi SLRT pada 2020," terangnya.

Sebelumnya, Plh Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan bahwa Pemkot Bandung terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan menyusun Pusat Kesejahteraan Sosial Tingkat Kelurahan melalui SLRT.

"Jadi masalah-masalah masyarakat yang tidak mampu, itu bisa selesai di tingkat kelurahan," ujarnya.

Yana menilai letak kantor kelurahan relatif lebih dekat dengan rumah warga ketimbang harus datang ke Dinas Sosial. Oleh karena itu, penyusunan Pusat Kesejahteraan Sosial tingkat Kelurahan ini menjadi hal yang harus segera direalisasikan. Sementara saat ini, pemerintah tinggal mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada.

Dengan demikian, Pemkot Bandung akan melaksanakan bimbingan teknis untuk kebutuhan operasional SLRT ini.

"Dengan software yang user-friendly (mudah dioperasikan) dan sumber daya manusia yang juga kompatibel, saya rasa sistem ini bisa dinikmati oleh masyarakat kurang mampu di Kota Bandung," tambahnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA