Pererat Kerja Sama, PLN UID Jabar Gelar Multi Stakeholder Forum 2019

Bandung Raya

Selasa, 20 Agustus 2019 | 17:12 WIB

190820171324-perer.jpg

Irwina Istiqomah

PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat mengadakan Multi Stakeholder Forum 2019 "Rempug Jukung Sauyunan Nyiptakeun Listrik Jabar Juara Lahir Batin". Hal ini dalam rangka mempererat komunikasi dan kerja sama.

Plh Sekretaris Daerah Jabar, Daud Achmad mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar terus berupaya meningkatkan elektrifikasi, khususnya di wilayah pelosok. Masih ada 260.000 rumah tangga yang belum teraliri listrik.

"Tinggal 0,01 persen lagi pekerjaan rumah kita dari jumlah penduduk. Mudah-mudahan selama lima tahun ke depan bisa terealisasi," katanya di Trans Hotel, Selasa (20/8/2019).

Pemprov Jabar menjalin kerja sama yang baik dengan PLN agar semua wilayah di Jabar dapat teraliri listrik. Menurutnya, tantangan dalam mengaliri listrik di pelosok ialah masalah geografis.

"Tantanganmya alam. Kita lakukan inovasi-inovasi lain agar wilayah terpencil bisa terjangkau. Kalau ada wilayah potensi air, kita pasang mikrohidro," katanya.

Achmad melanjutkan, pihaknya mengapresiasi kinerja PLN yang telah menyediakan tenaga listrik andal. Listrik dinilai sangat berperan penting dalam memajukan perekonomian dan pembangunan suatu daerah.

"Dengan semangat dan kerja keras, kita mengajak kepada seluruh stakeholders untuk membantu membangun kehidupan masyarakat Jabar lebih baik," ujarnya.

Executive President Operasi Regional Jawa Bagian Tengah, Purnomo menyebut, acara Multi Stakeholder Forum sangat penting sebagai sarana PLN menyatukan visi dengan pemangku kepentingan. Maka, sinergitas tersebut memiliki visi yang sama dalam menjalankan program-program ketenagalistrikan di Jabar.

"Diharapkan pembangunan ketenagalistrikan di Jabar makin juara karena semua pihak saling bersinergi," ucapnya.

Mendukung progam Pemprov Jabar dalam menjaga lingkungan, sudah ada pembangkit berbahan energi baru terbarukan seperti PLTA Cirata, PLTA Rajamandala, PLTP Gunung Salak, PLTA Saguling, dan PLTA Jatiluhur. Kedepannya, saat ini PLN sedang membangun PLTA Jatigede dengan kapasitas 2x55 MW yang ditargetkan selesai tahun 2020, PLTA Upper Cisokan Pumped Storage berkapasitas 4x260 MW yang ditargetkan selesai tahun 2024, PLTU Indramayu berkapasitas 1x1000 MW yang ditargetkan selesai tahun 2026 dan PLTA Matenggeng berkapasitas 4 x 235,8 yang ditargetkan selesai tahun 2025.

Sementara itu, untuk optimalisasi penyaluran listrik, PLN saat ini juga terus melakukan pembangunan transmisi. Proyek transmisi dan Gardu Induk (GI) seperti Bay Coupler GI 150 kV Cirata yang telah beroperasi tanggal 10 Maret 2019, Bay Trafo #3 GI 150 kV Cibereum telah beroperasi tanggal 11 Maret 2019 dan GIS 150 kV Bandung Timur Baru yang sudah beroperasi sejak 31 Juli 2019.

Selanjutnya, gardu Induk dan Transmisi lainnya yang akan beroperasi tahun 2019 adalah GITET 500 kV Bandung selatan Extension dan SUTT150 kV Bandung Timur-Ujung Berung. Dari segi pelayanan, PLN juga terus berkomitmen dalam penambahan pelanggan, penambahan daya tersambung dan energi baru terbarukan.

Di samping itu, kompensasi listrik padam PLN yang terjadi beberapa waktu lalu diperkirakan mencapai Rp 850 miliar. Dana tersebut berdasarkan hasil perhitungan PLN untuk kompensasi matinya listrik di tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Jabar, dan Banten.

"Pelanggan nanti bisa cek di aplikasi online PLN soal kompensasinya. Yang pasti, besaran kompensasi didasarkan pada Permen ESDM No. 27/2017. Kompensasi akan diberikan serentak untuk tagihan bulan September," tuturnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA