Satpol PP Pergoki Sejumlah Pelajar Bolos Sekolah

Bandung Raya

Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:36 WIB

190820153742-satpo.jpg

Engkos Kosasih

JAJARAN Siaga 7 Majalaya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Linmas Siaga Kecamatan terus mengefektifkan pelaksanaan patroli untuk mengawasi dan memantau anak-anak sekolah atau pelajar yang bolos sekolah pada waktu kegiatan belajar mengajar di sekolah, Selasa (20/8/2019).

Tim Siaga Satpol PP dalam melaksanakan patroli pengawasan terhadap anak-anak sekolah itu sudah dilaksanakan beberapa bulan terakhir ini atau bertepatan dengan masuk sekolah siswa SD, SMP, SMA maupun SMK. Patroli tersebut dilaksanakan di wilayah Kecamatan Majalaya, Ibun, Paseh dan Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung.

"Saat Tim Siaga 7 C Satpol PP melaksanakan patroli, kami sempat mendapati sejumlah anak-anak sekolah (SMP) sedang nongkrong di warung di kawasan objek wisata di Karang Gantungan Desa Karang Tunggal Kecamatan Paseh baru-baru ini. Kebetulan saat itu, masih waktu belajar saat kami mendapati mereka sedang nongkrong pukul 10.28 WIB," kata Koordinator Lapangan Satpol PP Kabupaten Bandung Siaga 7 Majalaya Maman Suparman kepada galamedianews.com di Solokanjeruk, Selasa (20/8/2019).

Sebelumnya, imbuh Maman, Tim Siaga mendapati sejumlah anak-anak sekolah (SMA) sedang nongkrong di kawasan hutan pinus di Kampung Kamojang Kecamatan Ibun. Para siswa tersebut masih mengenakan pakaian atau seragam sekolah.

"Mereka diduga bolos sekolah, karena waktu belajar ada di tempat yang jauh dari sekolah. Padahal, waktu itu masih menunjukkan jam belajar sekolah," kata Maman.

Mengetahui para siswa bolos sekolah, imbuh Maman, pihaknya langsung melakukan pendataan identitas para pelajar tersebut. "Setelah dilakukan pendataan, para siswa yang bolos sekolah itu diberikan pembinaan dan edukasi supaya rajin belajar dan tidak bolos sekolah disaat jam kegiatan belajar mengajar. Mengingat, mereka massa depan bangsa," ungkap Maman.

Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan terhadap para siswa itu, kata Maman, masing-masing siswa oleh Tim Siaga diantar ke sekolah masing-masing dan dipertemukan dengan para guru maupun kepala sekolahnya.

"Kami juga menceritakan langsung kepada pihak sekolah, terkait para siswa yang ditemukan di dua tempat itu yang diduga bolos sekolah saat jam sekolah," katanya.

Maman juga berharap kepada pihak sekolah untuk menindaklanjuti pembinaan dan pemahaman terhadap anak-anak yang nakal dan nekat bolos sekolah. Terutama bagi guru bimbingan dan pengarahan, lebih mengoptimalkan pembinaan terhadap pelajar yang sempat terbukti bolos sekolah saat jam sekolah.

"Jangan sampai mereka dari rumah berangkat sekolah. Tetapi ada di antara siswa malah bolos sekolah dan tak masuk sekolah. Jangan sampai kejadian serupa kembali terjadi," kata Maman.

Dengan adanya langkah yang dilakukan Tim Siaga itu, kata Maman, pihak sekolah mengucapkan terima kasih kepada Tim Siaga dan Linmas Siaga. Pasalnya, pihak sekolah turut tembantu dalam pengawasan para siswanya. Sejumlah siswa pun menyatakan tak akan mengulangi lagi perbuatannya.

"Kami berharap para siswa yang sempat bolos sekolah jera, dan tak mengulangi perbuatannya," katanya.
Maman juga berharap kepada para orang tua siswa, yang mendapatkan informasi dari pihak sekolah bahwa anaknya bolos sekolah untuk mengoptimalkan pembinaan.

"Karena pembinaan di dalam keluarga lebih penting, selain di sekolah. Mengingat waktu belajar para siswa lebih banyak di rumah, dibandingkan di sekolah," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA