Anggota DPRD KBB Akan Diberi Pembekalan Bahaya Narkoba

Bandung Raya

Senin, 19 Agustus 2019 | 18:44 WIB

190819184511-anggo.jpg

PARA anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat periode 2019-2024 akan diberikan pembekalan bahaya narkoba dan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut rencananya dilakukan, agar para anggota legislatif bisa mewakili rakyat dengan akal sehat.

Menurut Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat, Sam Norati Martiana, pembekalan terkait bahaya narkoba dan tes urine ini penting dilakukan kepada para wakil rakyat. Karena nantinya, mereka membutuhkan otak dan tubuh yang sehat untuk bisa memikirkan nasib dan menyaring aspirasi rakyat.

"Alasan lainnya anggota legislatif yang baru terpilih ini harus diberikan pembekalan dan tes urine, karena di berbagai daerah di Indonesia cukup banyak anggota legislatif yang terjerat kasus narkoba. Para anggota dewan pun tidak perlu takut kalau sebelum dilantik akan dites urine dulu," ujar Sam saat ditemui di Kantor BNN Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah, Senin (19/8/2019).

Sam mengimbau kepada para anggota DPRD terpilih ini, untuk tidak takut menjalani tes urine kalau memang mereka tidak pernah menggunakan barang haram tersebut. Kalaupun memang ada yang positif, itu bisa langsung direhabilitasi.

"Harus diakui, di negara ini sudah banyak kasus narkoba terjadi. Kasus ini bisa menjerat siapa saja dan tidak mengenal status, dari mulai pelajar, pekerja kantoran, artis hingga pejabat publik, termasuk anggota dewan," katanya.

Meski demikian, kata Sam, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Jawa Barat dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Barat, terkait rencana tersebut.

"Pembekalan bahaya narkoba memang sudah ada, dan menjadi agenda BKPSDM Provinsi Jabar. Sehingga, untuk teknisnya kami perlu berkoordinasi, termasuk dengan Setwan DPRD," ujarnya.

Rencananya pelantikan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat periode 2019-2024, akan digelar pada 26 Agustus 2019 di Hotel Mason Pine Kota Baru Parahyangan, Padalarang.

Adapun setelah selesai proses pelantikan, selain ada agenda untuk menentukan pimpinan sementara untuk membentuk tata tertib (tatib) dan membentuk alat kelengkapan dewan, akan ada juga masa orientasi bagi 50 calon terpilih pada September mendatang selama kurang lebih empat hari.

"Masa orientasi ini merupakan pembekalan bagi calon terpilih yang akan disampaikan oleh narasumber dari Badan Diklat Provinsi Jawa Barat. Supaya calon terpilih ini mengetahui tugas dan fungsi sebagai anggota dewan selama menjabat lima tahun ke depan," ujar Sekretaris DPRD Kabupaten Bandung Barat, Rony Rudyana.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA