Pasca Idul Adha Harga Cabai di Cimahi Masih Mahal

Bandung Raya

Senin, 19 Agustus 2019 | 18:12 WIB

190819181228-pasca.jpg

dok

Ilustrasi.

SEPEKAN pasca Hari Raya Iduladha, harga komoditas cabai rawit merah di pasar tradisional Kota Cimahi masih mahal. Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, harga cabai rawit merah masih dikisaran Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu/kg.

"Pasca Iduladha kemarin, harga cabai rawit merah masih mahal, dan belum mengalami penurunan," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disdagkoperin Kota Cimahi, Eka Handayani, ST.,M.M di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Senin (19/8/2019)

Kenaikan harga tersebut, kata Eka berdasarkan mekanisme pasar. Salah satunya dipengaruhi oleh musim kemarau yang berdampak pada sentra penghasil cabai di daerah yang berkurang produksinya.

"Informasi dari tim pengumpul data komoditi, disebabkan karena pasokan yang kurang. Kemarau salah satu penyebabnya," katanya.

Berbeda dengan cabai rawit merah, harga sejumlah jenis cabai lainnya mulai turun. Diantaranya cabai merah tanjung dari harga Rp 90 ribu/kg saat  Iduladha kemarin, sekarang sudah mengalami penurunan di angka Rp 50 ribu/kg. Begitupula harga cabai rawit hijau yang turun dari Rp 80 ribu/kg menjadi Rp 60-70 ribu/kg.

"Untuk cabai jenis lainnyà sudah mulai turun pasca Iduladha. Kecuali tadi cabai rawit merah yang masih bertahan. Kalau normalnya sih Rp 40 ribu/kg," ungkap Eka.

Ia mengaku saat ini sedang mencari upaya agar harga cabai rawit merah bisa kembali turun. "Kita sedang koordinasi ke Disperindag Provinsi dan TTIC (Toko Tani Indonesia Centre) Provinsi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada solusi," imbuhnya.

Eka menerangkan, untuk komoditas di luar cabai harganya relatif stabil, misalnya harga bawang merah stabil di harga Rp 26 ribu/kg dan bawang putih Rp 31 ribu/kg. Jenis bahan sayuran lainnya yakni wortel bertahan Rp 12 ribu/kg, kentang Rp 16 ribu/kg, dan buncis Rp 10 ribu/kg.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA