Muspika Ciparay Musnahkan 1.110 Liter Tuak Hasil Operasi 

Bandung Raya

Jumat, 16 Agustus 2019 | 19:16 WIB

190816191939-muspi.png

Engkos Kosasih

SEBANYAK 37 jerigen (1.110 liter) minuman tradisional jenis tuak siap edar hasil razia jajaran Muspika Ciparay beserta Unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Ciparay dimusnahkan di Kampung Pintu Lima Desa Sarimahi, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Jumat (16/8/2019). 

Puluhan jerigen tuak itu hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) pada Kamis (15/8/2019). Tuak tersebut berasal dari Cidaun melalui jalur Cipelah-Ciwidey, sebelum sampai di Ciparay.  Pemusnahan puluhan jerigen tuak itu disaksikan langsung Muspika Ciparay, Satpol PP Kecamatan Ciparay, Tim Siaga Satpol PP, MUI, tokoh masyarakat, Dai Kamtibmas, Ormas, OKP dan LSM. 

Camat Ciparay Yusup Supriatna mengatakan, pemusnahan puluhan jerigen tuak itu hasil operasi jajaran Muspika Ciparay beserta Unit Satpol PP Kecamatan Ciparay pada Kamis (15/8/2019). 

"Sekitar 1.110 liter tuak itu langsung kita buang," kata Yusup kepada galamedianews.com usai pemusnahan tuak di Ciparay.

  Yusup menegaskan, kendaraan roda empat yang sempat digunakan untuk pengiriman tuak dari Cidaun ke Ciparay, sampai saat ini masih diamankan di Mapolsek Ciparay.

"Dengan harapan pemiliknya jera dan tak memasok lagi tuak ke para pedagang di Ciparay," kata Yusup.

Ia juga berharap kepada masyarakat harus ikut berpartisipasi aktif dalam membantu aparat untuk mencegah peredaran miras, tuak dan obat-obatan yang rawan disalahgunakan. 

"Dampak dari peredaran miras, tuak dan obat-obatan yang disalahgunakan itu dapat merusak generasi muda di Kecamatan Ciparay. Ayo, kita perangi peredaran miras, tuak dan obat-obatan berbahaya," seru Camat.

Ia juga berharap kepada para pedagang miras, tuak dan obat-obatan berbahaya untuk tidak melakukan kegiatan penjualan di wilayah Kecamatan Ciparay. Sebelum terjadi sesuatu yang tak diharapkan yang ditimbulkan oleh masyarakat. Apalagi saat ini, warga sudah resah dengan adanya peredara miras, tuak dan obat-obatan yang disalahgunakan tersebut.

"Soalnya, sangat membahayakan bagi kelangsungan anak muda. Yang jelas kami minta penjual tidak lagi melakukan kegiatan penjualan barang-barang haram yang dapat merusak masa depan bangsa, terutama generasi muda," ucapnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA