Ide dan Gagasan Anggoota DPRD Jabar yang Baru Ingin Diperhatikan Eksekutif

Bandung Raya

Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:24 WIB

190815162639-ide-d.jpg

KEBERADAAN anggota DPRD Provinsi Jawa Barat wajah baru yang berjumlah sekitar 62 persen minta diperhatikan oleh Gubernur Jawa Barat. Selain itu,gagas dari DPRD wajah baru diharapkan bisa diakomodir.

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat baru dari partai Gerindra, Arif Hamid Rahman mengatakan, Gubernur Jawa Barat harus siap menerima pokok-pokok pikiran dari seluruh anggota legislatif. Karena saat ini di periode 2019-2024 ada sekitar 75 anggota DPRD Jabar periode ini didominasi oleh wajah-wajah baru.

"Kami dari mayoritas wajah baru ingin gubernur memperhatikan gagasan kami," kata Arif, Kamis (15/8/2019) di Bandung.

Sehingga kata Arif, pemerintah harus membuka komunikasi seluas-luasnya kepada seluruh legislatif yang duduk di Jabar hari ini. Agar kata dia, percepatan pembangunan di Jabar bisa segera terlaksanakan.

"Pemerintah harus berani membuka komunikasi yang luas dengan legislatif, supaya sinergitas pembangunan Jabar cenderung lebih cepat sesuai dengan harapan masyarakat," kata Arif yang juga mantan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bandung ini.

Selain itu menurut Arif meskipun memiliki Gubernur Jabar yang kreatif dan inovatif. Tapi pemikiran itu juga tidak bisa lepas dari peran pemikiran para anggota legislatif.

"Kita punya gubernur yang sangat kreatif dan inovatif faham bagaimana menjalankan roda pemerintahan tapi tidak cukup itu, karena inovasi harus sinergi dengan pokok pikiran legislatif," tuturnya.

Sementara itu, Dosen Komunikasi Politik Universitas Pasundan (Unpas) Ersyad Muttaqien, menilai bahwa tantangan kepemimpinan di era komunikasi digital saat ini ialah persoalan etika komunikasi politik, baik di tingkatan elit ataupun masyarakat.

Pemimpin daerah hari ini, meskipun memiliki jembatan penghubung baru mengetahui aspirasi dan keluhan masyarakat melalui media sosial. Tetap secara etika komunikasi politik dan birokrasi harus merajut bubungan yang positif dan produktif dengan para anggota dewan.

"Bagaimanapun mereka membawa mandat rakyat dari dapilnya masing-masing. Dengan harmonisnya dwi pembangunan legislatif dan eksekutif pasti akan menghasilkan produktifitas kebijakan publik dan kehangatan politik," katanya.


Arif Hamid Rahman anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2019-2024

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA