10 Pimpinam Parpol di Jabar Kompak Tingkatkan Fungsi Legislatif

Bandung Raya

Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:20 WIB

190815162055-10-pi.jpg

Anthika Asmara

DPW PKB Jawa Barat inisiasi pembahasan menguatkan kelembagaan DPRD Jawa Barat sebagaimana pengawasan pemerintah bersama 10 partai di Jawa Barat. Seluruh pimpinan parpol tersebut sepakat perkuat tingkatkan pengawasan eksekutif.

Kesepakatan tersebut muncul dalam acara coffee morning PKB dengan seluruh parpol se Jawa Barat, di kantor DPW PKB Jawa Barat jalan Ahmad Dahlan, Kamis (15/8/2019).

Penguatan kelembagaan Legislatif yaitu fungsi pengawasan, penganggaran dan legislasi, agar sinergitas, koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah bisa berjalan lebih baik untuk pembangunan Jawa Barat lima tahun kedepan.

"Kami sepuluh partai di Jawa Barat sudah sepakati itu, tidak ada lagi partai pengusung atau partai bukan pengusung yang jelas kita akan meningkatkan fungsi kelembagaan lima tahun kedepan," kata ketua DPW PKB Jawa Barat Saeful Huda.

Menurut Huda, dengan demikian pembangunan Jawa Barat butuh aksi dari seluruh partai dan semua lapisan masyarakat bukan hanya dengan perorangan atau segelintir orang.

"Membangun Jabar tidak bisa dijalan sendiri atau segelintir orang perlu melibatkan parpol dan lapisan masyarakat lainnya," ujar Huda.

Huda mengaku, dari acara yang digelarnya tersebut sangat banyak masukan dari seluruh partai, pihaknya akan menyampaikan secara langsung kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Masukan dari 10 parpol ini kami akan sampaikan langsung, namun saya tidak akan sampaikan disini apa saja yang menjadi masukan kami," ujar dia.

Bukan hanya itu dalam forum tersebut ke 10 partai ini sepakat mendorong percepatan pembangunan sesuai dengan rencana waktu. Kata Huda, percepatan pembangunan menjadi target untuk lebih didorong lagi.

"Poin terkahir yang dibahas adalah pencabutan moratorium daerah otonomi baru (DOB) mengingat jumlah penduduk Jawa Barat besar agar mempermudah pelayanan terhadap masyarakat," tutur dia.

Diketahui yang 10 parpol yang mengikuti forumt tersebut yaitu PKB, Nasdem, PPP, Hanura, PKS, Gerindra, PAN, PDI, Golkar dan Perindo. Yang hadir dalam acara tersebut seluruhnya diwakili oleh pimpinan partai.

Sementara itu wakil ketua DPD Gerindra Buky Wibawa menjelaskan, bahwa legislatif akan memperkuat fungsinya sebagai pengawas, legislator dan penganggaran tiada lain untuk kemajuan Jawa Barat.

"Eksekutif harus mengakomodir seluruh partai, sudah tidak lagi pendukung atau bukan pendukung, ketika di legislatif kita sama untuk pengawasan eksekutif," ucapnya.

Selain itu menurut Buky, pihaknya tetap kritis namun kritis analitik, sehingga kritikan tetap membangun, "Artinya jika yang baik kita dukung dan kurang baik kita kritisi agar lebih baik," tutur Buky.

Hal senada dikatakan ketua DPW Nasdem Saan Mustofa, sebagai pengusung Emil sapaan Ridwan Kamil pada Pilgub lalu, kata dia, sangat penting penguatan pengawasan dilegislatif untuk kemjuan Jawa Barat.

"Terlebih saya harap ada juga penguatan koordinasi dan komunikasi antara eksekutif dan legislatif kedepan," ucap dia.

Kemudian wakil ketua Golkar Jawa Barat MQ Iswara menegaskan, pertemuan dengan seluruh partai ini membahas kondisi yang sebenarnya terjadi di legislatif Jawa Barat, kemudian ada harap dari pimpinan partai yaitu tentang komunikasi yang harus ditingkatkan lebih baik antara eksekutif dan legislatif.

"Lebih baiknya ada komunikasi yang intens antara pimpinan partai dan kepala daerah," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA