Tim Gabungan Sita 30 Jerigen Tuak Siap Edar

Bandung Raya

Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:15 WIB

190815161606-tim-g.png

Engkos Kosasih

SEBANYAK 30 jerigen minuman tradisional jenis tuak disita jajaran Muspika Ciparay dalam sebuah penyergapan peredaran minuman keras (miras) di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Kamis (15/8/2019).

Penyergapan pendistribusian tuak oleh distributor ke agen di kawasan Cikopo Barangsiang, Kecamatan Ciparay itu dilakukan jajaran Polsek Ciparay, Koramil Ciparay dan Unit Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Ciparay.

Camat Ciparay Yusup Supriatna menegaskan, penyergapan peredaran miras jenis tuak itu, sesaat sebelumnya Muspika Ciparay menerima laporan dari warga yang menyebutkan ada mobil minibus jenis Gran Max Nopol B 2622 TZD sedang menurunkan jerigen yang diduga berisi tuak.

"Mendapatkan laporan itu, jajaran Muspika Ciparay langsung bergegas ke lapangan. Betul saja di lapangan diketahui ada mobil Gran Max warna putih sedang menurunkan jerigen berisi tuak," kata Yusup didampingi Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Ciparay CA. Saefudin kepada galamedianews.com di Ciparay.

Pada saat itu, kata Yusup, tim gabungan langsung menyergap dan menyita jerigen yang berisi tuak. "Setelah kita hitung, jerigen berisi tuak itu sebanyak 30 jerigen," katanya.

Setelah diperiksa tim gabungan, puluhan jerigen tuak yang rata-rata berisi 30 liter/jerigen itu, merupakan kiriman dari Cidaun melalui Cipelah dan Ciwidey akhirnya sampai ke Ciparay.

"Setelah kami periksa salah seorang yang mendistribusikan tuak itu, untuk kiriman ke salah seorang pedagang di Barangsiang Ciparay atas nama Marko," katanya.

Menurut Yusup, barang bukti jerigen yang berisi tuak itu akan segera dimusnahkan di Ciparay pada Jumat (16/8/2019). Agenda pemusnahan minuman tuak yang rawan disalahgunakan oleh masyarakat itu untuk membuat jera bagi para pedagangnya.

"Sebenarnya, rajia miras yang dilaksanakan tim gabungan ini bukan kali ini saja. Kami sudah sering melaksanakan razia, dan menyita sejumlah jerigen berisi tuak siap edar. Namun tak membuat jera para pedagang tuak, mereka tetap nekat mengedarkan tuak dan miras," katanya.

Ditambahkan Kanit Satpol PP Kecamatan Ciparay Saefudin mengatakan, pihaknya pun terus melakukan patroli untuk memantau warung-warung atau kios yang ditenggarai mengedarkan tuak maupun miras.

"Disaat ada warung atau kios yang diketahui mengedarkan miras atau tuak, Satpol PP langsung menyitanya. Pada beberapa waktu lalu, Tim Gabungan pun berhasil menyita sejumlah jerigen berisi tuak berikut miras," kata Saefudin.

Untuk memberikan efek jera kepada para pengedar miras dan tuak, kata Saefudin, disaat melakukan operasi di sejumlah ruas jalan, tidak hanya satu kali melintasi di jalur tersebut, melainkan dilaksanakan beberapa kali dalam satu hari tersebut.

"Kita sempat melihat salah satu warung yang mengetahui ada tim gabungan melaksanakan razia, sejumlah warung atau kios miras dan tuak langsung tutup. Begitu kita kembali lagi ke tempat yang sama, warung tuak dan miras itu kembali buka dan ditemukan di dalamnya ada banyak tuak dan miras," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA