Bentrok Warnai Eksekusi Lahan Kerta Cepat Jakarta-Bandung

Bandung Raya

Kamis, 15 Agustus 2019 | 15:24 WIB

190815152553-bentr.jpg

Dicky Mawardi

EKSEKUSI lima rumah di Kampung Babakan Tegal Laja, RT 01/RW 04, Desa Sukatani,  Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat sempat ricuh. Kamis (15/8) siang. Lokasi rumah warga yang akan dieksekusi itu berada di trase kereta cepat Jakarta-Bandung.

Puluhan personel dari Polisi, TNI dan Satpol PP ikut mengamankan  jalannya eksekusi yang dilaksanakan juru sita dari Pengadilan Negeri Bale Bandung.
Pemilik rumah yang menolak eksekusi sempat melakukan perlawanan. Perugas yang berupaya masuk ke dalam rumah dihadang penghuni rumah yang berjaga-jaga di pagar.

Sempat terjadi aksi dorong antara pemilik rumah dan petugas.  Namun akhirnya petugas bisa masuk ke dalam halaman rumah yang akan dieksekusi tersebut.

Seluruh barang milik penghuni rumah dinaikan ke atas truk. Mereka hanya bisa pasrah tanpa bisa menghalangi jalannya eksekusi.

Kelima rumah yang dieksekusi tersebut milik Eem, Herni,  H. Atang, Deden dan Lilis. Para pemilik rumah memprotes eksekusi karena selama belum pernah ada musyawarah terkait nilai ganti rugi/untung dengan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI)  yang terdiri dari konsorsium 4 BUMN yaitu  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Salah seorang warga Nasyatin (56) mengatakan ada sekitar 40 rumah di Kampung Babakan Tegal Laja yang terkena trase kereta cepat Jakarta-Bandung.  Termasuk miliknya yang sudah dieksekusi Januari 2019.

"Awalnya saya bersama pemilik rumah dan tanah di Kampung Babakan Tegal Laja menempuh jalur hukum. Bahkan sempat tiga kali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung.  Tapi akhirnya saya tidak melanjutkan proses hukum dan menerima nilai ganti rugi yang diberikan," kata Nasyatin.

Setelah menerima cek pembayaran yng dititipkan di Pengadilan Negeri Bale Bandung,  ia membeli tanah seluas 41 tumbak dan dua unit rumah malah di Kampung Babakan Tegal Laja.

"Tadinya luas tanah yang saya miliki hanya 12 tumbak,  tapi sekarang menjadi 41 tumbak," ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA