Ratusan Warga Binaan Lapas Jelekong Ikut Pecakan Rekor Tari Kolosal Terbanyak

Bandung Raya

Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:04 WIB

190815110510-ratus.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

RATUSAN warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jelekong berpartisipasi dalam pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), dengan melakukan Tari Kolosal "Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya" di Lapangan Lapas Jelekong, Baleendah, Kab. Bandung, Kamis (15/8/2019).

Tari kolosal ini diikuti secara serentak oleh sekitar 600 lebi satuan kerja, lapas, rutan, bapas dan hubasan, yang ada di seluruh Indonesia. Diselenggarakan untuk memecahkan rekor MURI tari kolosol secara serentak di lokasi terbanyak, yang diikuti kurang lebih 388 ribu warga binaan se-Indonesia.

Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham Kanwil Jawa Barat, Ceno Hersusetiokartiko mengatakan, kegiatan tersebut digagas oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI, dengan melibatkan tiga unsur pemasyarakatan (Petugas, Warga Binaan, dan Masyarakat), dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekan Republik Indonesia ke-74.

"Artinya narapidana di seluruh Indonesia mengikuti tarian, dan koreografinya juga diciptakan oleh narapidana di Lapas Perempuan Jakarta. Untuk di Jawa Barat, warga binaan yang terlibat sekitar 3.800 orang di 38 Lapas. Setiap Lapas mengikutsertakan 100 orang, mengingat Lapas itu kecil. Kalau semua dikerahkan tidak cukup dan pengamanan kita juga tidak banyak," ujar Ceno saat diwawancarai usai kegiatan di Lapas Narkotika Jelekong, Kamis (15/8/2019).

Menurut Ceno, selain mencatatkan rekor MURI, tarian tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya dari Kemenkumham untuk memberikan pembinaan kepada narapida yang ada di seluruh Indonesia.

"Upaya Kemenkumham untuk berkontribudi kepada negara, dalam rangka Indonesia Bekerja. Melalui pembinaan ini kita berolahraga atau berkreasi hasil pembinaan di seluruh Indonesia. Ini dilakukan secara live dan terpusat di Lapas Klas I Tangerang," terangnya.

Dirinya menyebutkan, lagu Indonesia Bekerja Indonesia Jaya yang mengiringi tarian kolosol ini diciptakan langsung oleh Kepala Dirjen Pemasyarakatan, Sri Punggu Budi Utami.

"Tarian ini memberikan semangat, supaya para narapidana tetap bekerja meskipun tinggal di dalam Lapas. Ini sebagai bukti mereka bisa berkreasi walau ada di dalam Lapas. Mudah-mudahan nilai seni mereka tumbuh, dan nanti bermanfaat setelah bebas," ungkapnya.

Nantinya, tarian kolosal tersebut akan diajukan menjadi rekor dunia, dengan peserta dan jumlah lokasi terbanyak di seluruh Indonesia.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA