Dilanda Kekeringan, Warga Gunungmasigit Terpaksa Mengambil Air ke Situ Ciburuy

Bandung Raya

Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:29 WIB

190814152247-dilan.jpg

Dicky Mawardi

AKIBAT sumur-sumur dan sumber air di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat mengering , puluhan warga terpaksa harus mengambil air bersih ke Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang. Warga sampai memikul jerigen berisi air cukup jauh ke tempat tinggalnya, sejauh 2 km. 

"Warga yang tinggal di daerah perbatasan dengan Desa Ciburuy terpaksa mengambil air bersih di sana (Ciburuy). Kebetulan sumur di Ciburuy masih ada airnya," kata Kepala Desa Gunungmasigit Tarkopa, Rabu (14/8/2019).

Namun sebagian besar warga memilih membeli air bersih Untuk membeli satu toren ukuran 250 liter, warga harus mengeluarkan uang Rp 70.000.
"Sebagian besar memilih membeli ketimbang mengambil air ke Ciburuy yang lokasinya cukup jauh," ujarnya.

Karena harganya relatif mahal, sementara warga yang sumurmya kekeringan banyak dari ekonomi menengah ke bawah, pembelian air bersih dilakukan secara patungan. "Kecuali yang mampu, bisa beli sendiri," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 2.500 kepala keluarga (KK) di Desa Gunungmasigit menghadapi kekeringan. 

Semenjak musim kemarau sumber air air bersih yang biasa digunakan warga, seperti sumur sudah mengering. Wilayah yang mengalami kekeringan masuk RW 01.02.03 dan 05.

Di tempat terpisah, kebutuhan air bersih warga Kampung/Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar masih bisa dipenuhi dari pabrik yang berada di sekitar perkampungan. Setiap hari warga mengambil air dari pabrik dengan menggunakan jerigen yang diangkut kereta dorong.

"Tiap hari saya mengambil air dari sini, karena sumur di rumah sudah lama tidak ada airnya. Musim hujan pun airnya sedikit.," kata Ade (65) warga Cangkorah. 

Ia mengaku merasa terbantu dengan keberadaan air bersih dari pabrik. Saat musim kemarau pun warga tak kesulitan mendapat air bersih.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA