Cimahi Kini Punya Taman Perjuangan dan Alutsista

Bandung Raya

Selasa, 13 Agustus 2019 | 20:17 WIB

190813201731-cimah.jpg

Laksmi Sri Sundari

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna meresmikan Taman Perjuangan dan Monumen Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Kota Cimahi yang bertempat di Jalan Baros, Selasa (13/8).

JELANG Hari Kemerdekaan RI ke-74, Wali Kota Cimahi, Ir. H. Ajay Muhammad Priatna meresmikan Taman Perjuangan dan Monumen Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Kota Cimahi  yang bertempat di Jalan Baros, Cimahi Tengah, Selasa (13/8/2019).

Peresmian Taman Perjuangan ditandai dengan penandantangan prasasti oleh Wali Kota Cimahi yang didampingi Wakilnya, Ngatiyana. 

Posisinya yang strategis di median jalan yang merupakan pintu masuk pertama ke Kota Cimahi dari arah pintu tol, menjadikan Taman Perjuangan sebuah Landmark Kota Cimahi yang seolah menyambut ucapan Selamat Datang di Kota Cimahi.

Taman Pejuangan dan monumen alutsista ini selaras dengan pencanangan Cimahi Military Tourism beberapa waktu lalu. Sebagai upaya mendukung pengembangan kegiatan tersebut, TNI AD memberikan bantuan  5 alutsista berupa 2 tank amx-13 apc, 2 paser saladin fv 601, dan 1 meriam m-48, dengan kondisi telah di demiliterisasi. 

Dari 5 unit alustista ini, dua unit tank diantaranya bisa disaksikan di Taman Perjuangan, Baros, yakni Tank Amx 13 Apc serta Panser Saladin. Tiga unit alutista lainnya nantinya akan ditempatkan di Taman Adiraga Jalan Jendral Sudirman (Panser Saladin), Taman Sriwijaya (Tank Amx 13 Apc), serta di batas kota di Kelurahan Padasuka berupa meriam M-48.

Atas bantuan ini, Wali Kota Cimahi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya kepada para Danpusdik yang ada di Kota Cimahi. 

"Pemerintah  Kota Cimahi memfungsikan kelima alutsista tersebut sebagai monumen untuk memperingati perjuangan para tentaran, dalam upaya mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelas Ajay.

Ia pun berharap perjuangan para pendahulu kita bisa ditranformasikan ke era sekarang. “Kami dari Pemerintah Kota memperjuangkan sekuat tenaga bagaimana mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakannya, monumen menjadi sebuah simbol Kota Cimahi yang identik sebagai kota militer. Taman Perjuangan sendiri dipilih sebagai bentuk penghargaan atas jerih payah, dan pengorbanan para pejuang dalam merebut, serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Dibangunnya Taman Perjuangan serta Monumen  Alustista selain sebagai tempat rekreasi, juga dimaksudkan untuk memberi pemahaman sejarah untuk generasi  yang  akan datang tentang latar belakang sejarah Kota Cimahi. 

"Kota Cimahi dibangun pada zaman Pemerintahan Kolonial  Belanda sekitar tahun 1886 dengan fungsi utama sebagai tempat garnisun militer, karena itu Kota Cimahi  memiliki julukan sebagai kota militer dan sampai sekarang menjadi  pusat pendidikan militer di Indonesia," terangnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA