Kecamatan Cicalengka Sosialisasikan Kebijakan Pengelolaan Persampahan

Bandung Raya

Selasa, 13 Agustus 2019 | 20:08 WIB

190813200907-kecam.jpg

PEMERINTAH Kecamatan Cicalengka melaksanakan sosialisasi kebijakan pengelolan persampahan untuk mewujudkan Kabupaten Bandung bersih sampah pada 2020 di Aula Kecamatan Cicalengka, Selasa (13/8/2019). Sosialisasi tersebut menghadirkan tiga pilar di lingkungan pemerintahan desa, selain Badan Permusyawaratan Desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa. Para tokoh masyarakat juga turut hadir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung H. Asep Kusumah didampingi Camat Cicalengka H. Entang Kurnia dan Sekcam Cucu Hidayat menjadi narasumber dalam sosialisasi pengelolaan persampahan tersebut. Asep Kusumah pun terlihat komunikasi dengan tiga elemen di desa tersebut dalam pengelolaan sampah.

Bahkan di antara peserta yang hadir mengusulkan mesin pengelolaan sampah. Sosialisai itu untuk menguatkan dukungan pada penilaian Kabupaten Bandung Sehat tingkat nasional untuk meraih penghargaan swasti saba wistara.

Asep Kusumah mengatakan, pemanfaatan sampah harus menjadi inspirasi bagi masyarakat dan harus masif dalam pengelolaannya.

"Tak ada lagi warga yang tidak mengelola sampah, karena saat ini pengelolaan sampah harus diawasi sejumlah pihak," kata Asep kepada galamedianews.com.

Dalam pengelolaan sampah itu, imbuh Asep, tiap rumah tangga, khususnya sampah organik bisa dimasukkan ke dalam lubang cerdas organik. Dengan harapan tidak ada lagi tumpukan sampah.

"Kami berharap ada usaha untuk membangun tempat pengomposan sampah," katanya.

Dikatakan Asep, jika masyarakat cukup bagus dalam pengelolaan sampah akan diintervensi oleh sejumlah pihak. "Yang jelas dengan adanya sosialisasi pengelolaan persampahan yang digagas Pemerintah Kecamatan Cicalengka ini, diharapkan Kabupaten Bandung pada 2020 bersih sampah," harapnya.

Apalagi dalam pelaksanaannya, kata Asep, ditopang oleh sejumlah organisasi perangkat daerah di Kabupaten Bandung.

"Namun saat ini, Kecamatan Cicalengka tampil paling depan. Apalagi dalam pelaksanaan sosialisasi ini menghadirkan tiga pilar yang ada di pemerintahan desa. Dengan harapan bisa memperkuat komitmen pengelolaan sampah berbasis rumah setelah tiga tahun digulirkan," paparnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA