bank bjb Mudahkan Nasabah untuk Membayar Pajak Bumi dan Bangunan

Bandung Raya

Selasa, 13 Agustus 2019 | 17:39 WIB

190813180450-bank-.jpg

Darma Legi

Direktur IT, Treasury dan International Bangking bank bjb Rio Lanasier (kiri) dan Direktur Operasional bank bjb Tedi Setiawan (kanan) berbincang seusai Press Conference terkait inovasi demi memberikan kemudahan dan kepuasan bagi pelanggan setia bank bjb, di Auditorium bjb University, Jln. Naripan, Kota Bandung, Selasa (13/8/2019). Inovasi dalam layanan E-Tax bank bjb untuk menyetorkan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) secara online melalui aplikasi bjb Digi.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) mengingatkan wajib pajak (WP) untuk membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB) di awal waktu atau sebelum jatuh tempo. Hal itu untuk menghindari penumpukan antrean pembayaran dan peningkatan beban loading sistem akibat volume transaksi yang sangat tinggi.

Hal itu diungkapkan Direktur Operasional bank bjb Tedi Setiawan kepada wartawan di Auditorium bjb University, Jalan  Naripan, Kota Bandung, Selasa (13/8).

"Jangan bayar PBB pada hari H. Soalnya saat itu sangat penuh. Itu bisa berdampak pada core banking. Layanan bisa sedikit terganggu. Input jadi lambat," kata Tedi didampingi Direktur IT, Treasury dan lnternationa/Banking bank bjb Rio Lanasier dan Pemimpin Divisi Corporate Secretary, M. As’adi Budiman.

Saat ia berkunjung ke suatu daerah, Tedi mengatakan, penyerapan PBB dari WP baru mencapai 28 persen. Padahal saat ini sudah mendekati waktu jatuh tempo. "Itu nanti pas jatuh tempo bisa dibayangkan, orang yang membayar PBB bakal berjubel. Tentunya itu bisa merugikan WP sendiri karena harus menunggu lama," katanya.

Sehubungan hal itu, lanjutnya, bank bjb terus membantu pemerintah daerah untuk menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat, khususnya WP PBB. Pasalnya, selain membantu pemerintah daerah dari sisi pendapatan daerah, bank bjb pun membantu dari sisi kelancaran penerimaan pajak.

Tedi mengungkapkan, pada tahun 2018 bank bjb telah menghimpun penerimaan pajak di wilayah Jabar dan Banten sebesar Rp 3.584.235.737.704,dengan jumlah transaksi mencapai 9.891.777. Untuk tahun 2019, hingga Juli tehimpun Rp 2.114.305.100.887 atau tumbuh 78,4%.

Untuk mempermudah pembayaran PBB bagi nasabah, bank bjb pun melakukan inovasi dalam layanan E-Tax bank bjb. WP di wilayah DKI Jakarta, Jabar dan Banten serta Kota Batam dan Kota Pekanbaru dapat melakukan pembayaran PBB secara online melalui aplikasi bjb Digi.

Selain itu pembayaran pajak dapat dilakukan melalui seluruh channel bank bjb antara Iain Teller, ATM, dan EDC, melakukan pembayaran PBB melalui bank bjb tentunya memiliki kelebihan yaitu tidak ada pungutan biaya tambahan adminsitrasi. Pembayaran juga dapat dilakukan di channel layanan yang sudah bekerjasama dengan bank bjb dan pemerintah daerah setempat melalui lndomaret, Alfamart, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, PT Pos Indonesia dan 796 agen Laku Pandai yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Cara pembayarannya pun sangat mudah di mana WP cukup memberikan informasi Nomor Objek Pajak yang tercantum pada setiap SPPT Wajib Pajak kepada petugas teller apabila pembayaran di teller bank bjb, lndomaret, Alfamart dan PT Pos Indonesia atau Wajib Pajak mengikuti petunjuk yang ada apabila melakukan pembayaran di channel ATM, bjb Digi atau channel Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka," ujar Tedi.

Dengan adanya kemudahan tersebut, ia pun kembali mengimbau WP untuk melakukan pembayaran di awal waktu atau sebelum jatuh 
tempo. Pasalnya, menjelang jatuh tempo biasanya terjadi penumpukan antrean pembayaran dan beban loading sistem akibat volume transaksi yang sangat banyak. "Waktu jatuh tempo itu tiap daerah bisa berbeda, biasanya pada periode Agustus sampai Oktober di tiap tahunnya," jelasnya.

Tedi mengatakan, inovasi dan upaya bank bjb memberikan kemudahan pembayaran pajak diharapkan dapat meningkatkan penerimaan 
pajak daerah setiap tahun. "Ini sangat berdampak baik dalam transparansi transaksi publik untuk mendukung program pemerintah, dan juga membantu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan transaksi perbankan atau akses layanan publik melalui channel perbankan," tandasnya.

Dalam kesempatan terpisah Direktu Utama bank bjb, Yuddy Renaldi mengatakan, berbagai inovasi dan kemudahan bagi nasabah setia bank bjb ini adalah sebagai bentuk Tandamata yang akan terus diberikan bank bjb. bank bjb akan terus konsisten untuk berkembang demi mencapai visinya menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja terbaik di Indonesia.

"Ke depannya bank bjb akan terus meningkatkan layanan perbankannya terutama dari sektor teknologi, yang mana hal ini menunjukkan bahwa inovasi yang dihadirkan bank bjb selalu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi,” katanya.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA