Antisipasi Kecelakaan, Gera Peka Siaga Jalur Kamojang-Ibun

Bandung Raya

Senin, 12 Agustus 2019 | 18:24 WIB

190812182602-antis.jpg

Engkos Kosasih

KOMUNITAS yang menamakan diri Gerakan Caraka Pertolongan Kecelakaan (Gera Peka) Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, berusaha untuk mengoptimalkan kesiapsiagaan dalam pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan bantuan hidup dasar (BHD). Relawan Gera Peka ini berada di bawah pembinaan Puskesmas Ibun.

"Gera Peka yang berasal dari kalangan masyarakat biasa, kader, pemuda dan pihak lainnya turut dilibatkan dalam pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan bantuan hidup dasar (BHD)," kata Wakil Ketua Gera Peka, Wahyu kepada galamedianews.com di Puskesmas Ibun, Senin (12/8/2019).

Wahyu mengatakan, komunitas Gera Peka yang memcapai 20 orang itu, berusaha untuk siaga di jalur rawan kecelakaan lalulintas di turunan Jalan Kamojang Ibun. "Apalagi saat ini terjadi kecelakaan lalulintas yang dialami pengendara roda dua karena mengalami rem blong saat melaju di turunan Jalan Kamojang, persisnya di turunan kawasan SDN Patrol dan di kawasan pemakaman umum Patrol," kata Wahyu.

Ia mengatakan, di dua kawasan yang rawan terjadinya kecelakaan lalulintas itu, relawan Gera Peka akan terus disigakan. Apalagi setiap hari Sabtu dan Minggu disaat lalulintas kendaraan cukup ramai.

"Melihat kendaraan cukup ramai, warga yang masuk relawan Gera Peka dioptimalkan di dua lokasi yang rawan terjadi kecelakaan lalulintas," katanya.

Ia pun mengisahkan pengalamannya saat membantu pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan hingga tewas di turunan Jalan Kamojang, persisnya di kawasan SDN Patrol.

"Saya bersama warga lainnya membantu korban hingga mengantarkannya ke Rumah Sakit Umum Daerah Majalaya. Satu orang korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan seorang lagi meninggal dunia di rumah sakit. Selain mengantar ke rumah sakit, saya bersama warga sempat mengantar korban kecelakaan lalulintas sampai ke rumahnya," kata Wahyu.

Ia mengatakan, untuk membantu para korban laka lantas, pihaknya akan kembali mengoptimalkan posko yang ada di sekitar jembatan Kuning Cukang Monteng Kamojang dan sekitar pemakaman umum Patrol.

"Selama ini, warga yang tak masuk pada relawan Gera Peka juga turut aktif membantu dalam pertolongan kecelakaan. Misalnya, disaat ada kecelakaan, warga setempat langsung menghubungi relawan Gera Peka melalui sambungan telepon. Tapi kalau kita ada di lokasi, langsung kita tangani. Soalnya, kita turut menyebarkan nomor handphone kepada warga lainnya," paparnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ibun H. Candra Sopiana mengatakan, relawan Gera Peka yang disiagakan sudah melewati proses pelatihan P3K dan BHD dalam upaya memberikan pertolongan kedaruratan di jalur jalan yang rawan kecelakaan lalulintas. Bahkan mereka sudah melakukan upaya nyata di lapangan dalam memberikan pertolongan kecelakaan.

Menurut Candra, pelaksanaan pelatihan P3K dan BHD itu dibarengi dengan simulasi berkaitan dengan tata cara memberikan pertolongan kepada warga yang mengalami kecelakaan. Simulasi pun dilaksanakan di jalur Jalan Ibun-Kamojang, yang selama ini rawan terjadi kecelakaan lalulintas. Simulasi yang sama dilaksanakan di dalam gedung ketika menghadapi warga yang mengalami kecelakaan.

"Simulasi dan pelatihan P3K dan BHD yang melibatkan masyarakat umum, kader dan pemuda di jalur Kamojang-Ibun itu, merupakan bagian dari program relawan Gera Peka. Gera Peka ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan dan respon cepat terhadap korban trauma/kecelakaan khususnya di jalur Ibun-Kamojang," jelas Candra.

Ia mengatakan, dilaksanakannya pelatihan P3K dan BHD ini diharapkan masyarakat peduli dan memberikan respon cepat terhadap kasus kecelakaan yang sering terjadi di jalur jalan tersebut.

"Dalam pelatihan dan simulasi tersebut, mereka juga dilatih untuk menyiapkan alur rujukan yang sistematis apabila terjadi kecelakaan," ungkapnya.

Candra mengatakan, dilaksanakannya pelatihan dan simulasi tersebut, dilatarbelakangi tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur Ibun-Kamojang yang menyebabkan korban/trauma yang fatal.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA