Yana : ASN Bekerja di Rumah Belum Bisa diterapkan di Pemkot Bandung

Bandung Raya

Senin, 12 Agustus 2019 | 17:46 WIB

190812174649-yana-.jpg

PELAKSANA harian (Plh) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menilai rencana ASN melakukan pelayanan masyarakat dari rumah, dianggap belum tepat untuk dapat diterapkan di lingkungan Pemkot Bandung. Mengingat sumber daya manusia (SDM) yang ada saat ini, belum seluruhnya melek akan kemajuan teknologi digital.

"Jujur aja, kalau untuk diterapkan di Pemkot Bandung belum bisa. Karena bagaimana pun secara fisik ASN ini masih dibutuhkan untuk menjadi pelayan masyarakat. Apalagi kita tidak seperti generasi milenial sekarang yang bisa berkantor di mana saja," ungkapnya di Kawasan Jalan Babakan Sari, Kota Bandung, Senin (12/8).

Menurutnya tidak semua pekerjaan ASN, bisa terintegrasi dengan layanan aplikasi dan koneksi internet, sebab beberapa pekerjaan hanya bisa dilakukan manual di kantor-kantor.

Dikatakannya wacana penerapan tersebut perlu didukung oleh beberapa kesiapan, terutama dari sisi kemampuan dan infrastuktur teknologi yang dapat mendukung kinerja para ASN. Dengan demikian, Ia pesimis wacana tersebut bisa berjalan lancar, jika akhirnya diterapkan.

"Saat ini terkait teknologi, aplikasi, soal kemampuan ASN juga belum tentu dan merata, apalagi butuh waktu dan biaya juga. Kalau ide dasarnya sih mungkin saja, tapi rasanya sih untuk di Kota Bandung belum bisa," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sedang membuat rencana agar aparatur sipir negara (ASN) bisa bekerja dari rumah dan lebih fleksibel.

Dimana menerapkan kemungkinan ASN menjalankan tugas pelayanan masyarakatnya dari rumah, dalam rangka menghadapi era revolusi industri 4.0.

Fleksibilitas kerja dinilai menjadi hal penting menyusul akan terjadinya perubahan besar profil pegawai negeri sipil pada 2024. Hal tersebut, diperkirakan jumlah PNS yang melek teknologi akan bertambah seiring rekruitmen baru yang diisi generasi melek teknologi.

Terkait rencana tersebut, Layanan masyarakat pun nantinya akan berbasis digital dan terintegrasi. Berdasarkan data Kemenpan RB, pemerintah memiliki 572 ribu pegawai ASN yang melek teknologi. Adapun jumlah total ASN saat ini mencapai 4,3 juta orang.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA