PKS Kota Bandung Dorong Kenaikan Insentif bagi Guru Ngaji

Bandung Raya

Minggu, 11 Agustus 2019 | 18:02 WIB

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandung mendorong kenaikan dana insentif untuk guru ngaji. Lebih jauh, partai dengan slogan berkhidmat untuk rakyat tersebut, sudah menyiapkan strategi khusus dalam membantu kesejahteraan para guru ngaji.

Anggota DPRD Kota Bandung terpilih dari PKS, Iwan Hermawan mengatakan, rencana kenaikan insentif tersebut, menjadi program unggulan PKS kedepan yang akan diperjuangkan di parlemen.

"Sesuai dengan janji-janji kampanye wali kota, program kenaikan insentif guru ngaji dan RT/RW harus terlaksana," ungkapnya saat dihubungi via telepon seluler, Minggu (11/8/2019).

Menurutnya selain menjadi pemenang pemilu di Kota Bandung, PKS juga menjadi partai pengusung pasangan Oded M. Danial dan Yana Mulyana yang sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih pada pemilu 2018 lalu. 

Dengan PKS menjadi partai pro pemerintah, maka pihaknya memiliki peluang besar untuk mendorong terealisasinya program tersebut.

"Ini merupakan komitmen kami, demi kesejahteraan para guru ngaji serta pemberdayaan sumber daya manusia dalam syi'ar islam," katanya.

Iwan menjelaskan bahwa insentif untuk guru ngaji sudah menjadi program lama Pemkot Bandung. Namun program tersebut perlu dioptimalkan ke depan, sehingga tak hanya untuk agama islam, tapi juga berlaku untuk semua agama.

"Dalam konteks Bandung yang agamis itu tidak hanya untuk agama islam saja, tapi juga untuk agama yang lain. Yang penting agama lain juga punya kegiatan sejenis maka juga berhak untuk menerima insentif," terangnya.

Sementara itu, terkait realisasi kenaikan insentif guru ngaji, pihaknya masih menunggu jadwal penyusunan program baru Pemkot Bandung. Dimana nantinya kenaikan insentif itu akan dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif.

Walau demikian, diakuinya kemungkinan tambahan anggaran insentif itu baru bisa terealisasi pada tahun 2021. Mengingat program-program yang sudah dipersiapkan melalui APBD 2019 sudah tuntas dibahas.  

"Jadi pembahasan program-program APBD 2020, realisasinya di tahun 2021 yang salah-satunya program insentif guru ngaji itu yang akan kami tekankan," ujarnya.

Terkait rencana tersebut, PKS juga mendorong Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung agar lebih optimal melakukan pendataan terhadap para guru ngaji baik di madrasah maupun di masjid-masjid yang ada di Kota Bandung. Karena jumlah anggaran insentif itu tergantung pada jumlah guru ngaji sebagai bahan pembahasan APBD 2020 nantinya.  

"Sejauh ini masih belum ada data detailnya di Kemenag berapa jumlah keseluruhan guru ngaji itu di Bandung. Kami harap di 2019 tahun ini Kemenag sudah mulai bergerak ke lapangan untuk mendata ulang jumlah guru ngaji berapa, jumlah masjid berapa," tambahnya. Perlu diketahui, saat ini jumlah guru ngaji yang terdata sebanyak 3 ribu orang.

Masing-masing guru tersebut mendapatkan dana insentif Rp 300 ribu per bulan melalui dana hibah APBD Kota Bandung tahun 2019. Ada juga dana insentif untuk Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT ) Kota Bandung yang berjumlah 5.793 orang, masing-masint juga mendapat insentif yang sama.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA