Tiga CPNS Gagal jadi PNS, Ini Penjelasan Kepala BKPSDM KBB

Bandung Raya

Jumat, 9 Agustus 2019 | 21:52 WIB

190809215722-tiga-.jpg

LANGKAH Arsal Fatra Yoga Pratama, Pratiwi Sekar Wangi, dan Indra Pinasih yang tinggal selangkah lagi menjadi pegawai negeri sipil (PNS) gagal pada saat proses pemberkasan untuk nomor induk pegawai (NIP). Ketiganya dinyatakan tidak lulus seleksi karena terganjal oleh persyaratan akademik yang tidak sesuai dengan ijazah yang dimiliki ketiganya.

Mereka adalah bagian dari 7.315 peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 di Kabupaten Bandung Barat. Hasil seleksi yang diumumkan 31 Desember 2018, ketiganya dinyatakan lulus seleksi namun oleh panitia seleksi nasional (Panselnas) dibatalkan karena dinilai tidak sesuai dengan syarat formasi yang dibutuhkan. 

Harusnya syarat jenjang pendidikan yang dibutuhkan Diploma III, namun Arsal dan Pratiwi merupakan pemegang ijazah S-1. Sedangkan permalasahan Indra Pinasih yang dibutuhkan dalam formasi itu untuk tenaga administrasi sementara ia sarjana elektro. 

Kepada wartawan, Arsal Fatra Yoga Pratama menjelaskan, dirinya melamar sebagai paramedik veteriner terampil di Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat. Lulusan S1 Peternakan Unpad itu dinyatakan lolos dalam Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN), Desember 
2018 silam.

"Saya lolos verifikasi peserta, dan berhak ikut ujian.  Hingga akhirnya dinyatakan lulus  dan dipanggil untuk pemberkasan," kata Arsal saat ditemui di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (9/8/2019).

Setelah dinyatakan lulus, Arsal mengikuti proses pemberkasan yang diadakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat.

"Tapi setelah saya lulus seleksi, tapi malah diminta mengundurkan diri dengan alasan jenjang pendidikan tak sesuai dengan formasi yang dibutuhkan," keluhnya.
Ia menyesalkan pembatalan kelulusannya. "Kami diminta mundur karena ijazahnya S1, lowongannya memang untuk D3, padahal kalau misal tidak akan lolos, lebih baik di awal, saat masih tahap pendaftaran," keluhnya.

Tidak bisa diinput
Menanggapi pernyataan Arsal, Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Barat Asep Ilyas menerangkan, formasi yang dibutuhkan pada seleksi CPNS 2018 tidak sesuai dengan jenjang pendidikan Arsal. Sesuai persyaratan, jenjang yang dibutuhkan untuk formasi tersebut adalah D-3 bukan S-1.

"Meskipun yang bersangkutan lolos dalam seleksi akademis dalam seleksi administrasi untuk pemberkasan, pasti pada akhirnya tetap tidak akan lolos dan pihak yang berwenang seperti BKN tidak akan memprosesnya," papar Asep Ilyas.

Ia menambahkan, untuk menuntaskan masalah ini pihaknya akan mengundang yang bersangkutan ke BKPSDM, Senin (12/9). Untuk menjelaskan terkait permasalahan ini supaya dapat dipahami atau dimengerti oleh Arsal dan Pratiwi.

Secara terpisah, Kasubid Pengadaan dan Mutasi Pegawai pada BKPSDM KBB Faisal Firdaus menambahkan, permasalahan ini terungkap pada saat pemberkasan untuk nomor induk pegawai (NIP). 

"Ada pengakuan dari mereka, ketika mendaftar sudah menyadari bahwa jenjang pendidikan dari formasi yang mereka isi sudah tidak sesuai. Tapi mereka coba-coba, mungkin dengan ijazah yang lebih tinggi lebih mudah diterima. Tapi kan dalam sistem kepegawaian tidak seperti itu, ketika coba kita input data ke BKN tidak akan ada. Karena ini menyangkut pada golongan dan gaji. Kan tidak akan sama gaji untuk S1 dan D3, begitupun dengan golongnya. Makanya digugurkan," kata Faisal.

Ia menambahkan, setiap peserta calon seleksi CPNS juga sudah membuat surat pernyataan yang salah satu isinya, "jika dikemudian hari ditemukan data tidak benar, maka saya menerima keputusan panitia membatalkan keikutsertaan/kelulusan", tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA