OPGI Siapkan Tenaga Kerja Garmen Terampil

Bandung Raya

Jumat, 2 Agustus 2019 | 09:22 WIB

190802092318-opgi-.jpg

ist

SEBANYAK 100 orang disiapkan menjadi tenaga terampil di bidang garmen melalui Diklat 3 in 1 yang diadakan Organisasi Pekerja Garmen Indonesia (OPGI). Dimana, dalam Diklat ini mencangkup pelatihan peserta, sertifikasi, dan siap disalurkan kerja.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dengan Kementerian Perindustrian melalui Balai Diklat Industri. Diklat 3 in 1 Angkatan 49 Tahun 2019 ini diselenggarakan di Gedung Diklat TPT Industri Provinsi Jawa Barat, Jalan Raya Cijerah, Kota Bandung.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat, Dr.H. Dodo Suhendar MM mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Diklat ini. Pasalnya, sudah banyak tenaga kerja yang dikirimkan ke berbagai perusahaan garmen di Jawa Barat.

"Dari Diklat-diklat sebelumnya banyak peserta yang dikirimkan dari Dinsos Jabar seperti, masyarakat miskin, dan tidak punya keterampilan banyak. Mereka dilatih dan ditempatkan di perusahan yang telah bekerja sama," ujarnya dalam rilis yang diterima galamedianews.com, Jumat (2/8/2019).

Ketua Umum OPGI, Stanly Ngelo menuturkan, tujuan diadakannya acara ini guna menghadirkan tenaga kerja di bidang garmen yang bersertifikasi. Sehingga, hasil ini menunjukkan kompetensi seseorang dalam pekerjaannya.

"Kegiatan hari ini adalah pelatihan sertifikasi dan penempatan Diklat angkatan 49 Kementrian Perindustrian Indonesia dan Balai Diklat Industri Jakarta," ungkapnya.

Stanly mengatakan, kegiatan ini juga sebagai bukti nyata OPGI dalam mendukung program pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja terampil berbasis kompetensi. Apalagi, lulusan dari Diklat ini akan disalurkan bekerja di perusahaan garmen yang telah bekerjasama dengan OPGI.

"Diklat ini pesertanya ditujukan untuk perusahan PT Mulia Cemerlang Abadi yang ada di Sukabumi. Perusahaan tersebut sedang membutuhkan banyak pekerja dan mereka sedang berproses pembangungan di Majalengka yang akan menyerap pekerja sebanyak 10 ribu orang," tuturnya.

Ia juga menyebut, sejauh ini kerjasama antara pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian dan pemerintah terkait di daerah cukup baik. OPGI berperan dalam penyediaan tenaga kerja yang terampil.

"Jadi kerjasama kita ini, OPGI sebagai pelaksana Diklat dari Balai Diklat Industri Jakarta, kita tetap membantu dan mensinkronkan antara Kementrian Perindustrian dengan dinas terkait di Jabar," ujarnya.

Ke depan, kata Stanly, OPGI akan kerjasama lebih lanjut dalam hal membantu Pemprov Jabar mengurangi masyarakat kurang mampu yang memerlukan kompetensi. Apalagi program ini langsung menempatkan kerja.

"Progres penyerapan tenaga kerja sudah tersalurkan, rata-rata kelulusan 97 persen, hanya tiga orang saja yang tidak lulus kompetensi. Kendalanya seperti kemarin soal usia yang belum genap 18 tahun. Ini tidak diterima oleh pabrik. Tapi mereka sudah mendapat sertifikasi kompetensi nasional," tuturnya.

"Sejauh ini sudah ada 1000 orang yang sudah tersalurkan dan mereka langsung kita tempatkan di perusahaan. Kita berharap ke depan bahwa program ini akan ditingkatkan yang di tahun kemarin sudah 10 ribu baik yang dilatih di inside Balai Diklat Industri, tahun ini kemungkinan akan naik 100 persen karena sampai sekarang target sudah tercapai," terangnya.

Diklat 3 in 1 ini dilaksanakan selama 18 hari sejak 31 Juli hingga 17 Agustus 2019. Dimana, para peserta 70 persen dilatih praktek dan 30 persen teori. Metodenya pun mengacu kepada standar kerja SKKNI dan ada uji kompetensi oleh asesor-asesor dari lembaga sertifikasi profesi Balai Industri Jakarta.

"Jadi peserta ini akan mendapat sertifikat kompetensi nasional dan telah mengikuti Diklat di Balai Diklat Industri Jakarta," ucapnya.

OPGI juga saat ini tengah mengembangkan aplikasi online untuk data base anggota dan pengusaha garmen di Indonesia. Sehingga mempermudah dalam penyaluran kerja. "Kita saat ini sedang trail dulu di Jabar, ke depan akan ada pengembangan lagi," tutupnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA