Mahasiswa dari Berbagai Negara Datang ke Kampung Adat Cireundeu

Bandung Raya

Senin, 22 Juli 2019 | 14:56 WIB

190722145639-mahas.jpeg

ist

WALI Kota Cimahi, Ir. Ajay Muhammad Priatna menerima peserta Summercourse, Sociopreuner dan Cultural workshop tahun 2019 dari Universitas Parahyangan (Unpar) dan Program Summer Universitas Padjajaran Tahun 2019. Mahasiswa yang hadir berasal yang diantaranya datang dari berbagai negara seperti Amerika, Mesir, Spanyol, Madagascar, Azerbaijan, Afghanistan, Timor Leste, Aljazair, Jepang, Korea, Tiongkok, Filipina, Vietnam, Thailand, bertempat di Kampung Adat Cireundeu, leuwigajah, Senin (22/07/2019).

Ajay mengaku bahagia dapat menerima para tamu di Kampung Adat Cireundeu. Sudah hampir seratus tahun, masyarakat Cireundeu meneruskan tradisi untuk mengolah dan memakan singkong sebagai makanan pokok.

Warga Adat Cireunde memiliki keunikan bukan hanya karena makanan pokoknya, namun juga adat istiadat, musik dan tariannya.

"Komunitas Adat Cireundeu mampu mengelola singkong jadi berbagai produk turunan lainnya. Dengan terus meningkatkan seni mengolah makanan dan ilmu pengetahuan, masyarakat adat dapat menghasilkan berbagai aneka kuliner yang enak dan sehat," katanya.

Menurut Ajay, pada tanggal 18 Juli 2019 yang lalu, Cimahi mendapatkan penghargaan sebagai top 99 inovasi pelayanan publik 2019 di tingkat nasional dengan mengusung Gastrodiplomacy Cireundeu atau diplomasi pangan cireundeu.

Pada dua tahun terakhir, Kota Cimahi telah mengubah strategi pengembangan kampung adat cireundeu melalui pendekatan kuliner, konservasi, serta melalui seni musik dan tarian tradisonal.

Kampung Adat Cireundeu merupakan sebuah destinasi wisata edukasi untuk ketahanan pangan, seni dan budaya. Karenanya banyak pelajar dan mahasiswa yang datang berkunjung sambil belajar dan bermain angklung, gamelan dan suling.

Kampung adat sekarang ini telah memiliki 17 homestay  untuk para pengunjung sehingga dapat tinggal dalam jangka waktu yang lebih lama dan juga berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Menurut Ajay, pelestarian alam telah menjadi ritual bagi masyarakat Adat cireundeu dengan mempertahankan cara traditional dalam bercocok tanam. Masyarakat adat dapat memenuhi kebutuhan bahan baku singkong, baik bagi warga adat sendiri maupun untuk masyarakat lain sekitarnya.

Lebih lanjut Ajay menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Universitas Padjadjaran dan Universitas Parahyangan, karena melalui kolaborasi yang baik ini, acara summercourse dan cultural  workshop tahun 2019 dapat dilaksanakan di Kampung Adat Cireunde. Ucapan yang sama disampaikan kepada pengurus Adat Cireundeu atas kerjasama dan dukungannya dalam upaya membangun kampung adat cireundeu sebagai destinasi wisata edukasi di Kota Cimahi.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA