Ratusan Pemilik Tanah Terdampak Kereta Cepat Jakarta-Bandung Datangi BPN

Bandung Raya

Kamis, 18 Juli 2019 | 12:29 WIB

190718123104-ratus.jpg

Dicky Mawardi

PULUHAN pemilik tanah yang terkena proyek Kereta cepat Jakarta-Bandung di Kecamatan Cikalongwetan,  Padalarang dan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional  Kabupaten Bandung Barat Jalan Raya Ciburuy -Padalarang,  Kecamatan Padalarang,  Kamis (17/7). Mereka menuntut  sisa tanah yang terkena proyek itu ikut dibebaskan.

Sebagian besar warga yang datang ke BPN adalah emak-emak. Sambil membawa kertas karton bertuliskan tuntutan kepada BPN mereka sempat berorasi di depan pintu utama.

warga berharap bisa bertemu langsung  dengan Kepala BPN Kabupaten Bandung Barat. Namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.  Warga kecewa karena sudah berkali-kali mengadu ke BPN tak pernah diterima kepala BPN.

"Selama lima bulan ini saja, sudah 12 kali datang ke BPN tapi tidak pernah sekalipun bertemu dengan kepalanya," kata Doni Ramlan Efendi  koordinator warga sekaligus pemilik tanah.

Ia mengungkapkan, sebanyak 400 bidang tanah yang terkena trase kereta cepat menyisakan hektaran tanah yang belum dibebaskan.  Oleh warga, sisa tanah itu tidak bisa dimanfaatkan dan menjadi lahan tidak produktif.

"Kami sangat menghormati proyek pemerintah pusat ini, tak ada niat sedikitpun untuk menghalang-halangi. Makanya kami tidak menolak ketika pemerintah membutuhkan lahan untuk proyek kereta cepat.  Tapi jangan melalaikan hak-hak masyarakat juga," tuturnya.

Pemilik tanah lainnya, Anin warga Kampung Campaka RT 01/RW 05, Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang mengatakan dari luas tanah dan bangunan rumah 481 meter persegi, ada tanah sisa seluas 34 meter persegi. Ia kebingungan tanah sisa luas itu akan dimanfaatkan untuk apa.

"Saya bingung memanfaatkan tanah sisa seluas itu. Kan lebih baik bebaskan tanah sisanya," kata Anin.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA