Direksi BPJS Kesehatan Saba Puskesmas Desa Pastikan Layanan Merata

Bandung Raya

Kamis, 18 Juli 2019 | 10:14 WIB

190718101651-direk.jpg

krisbianto

DIREKTUR Teknologi dan Informasi Kesehatan BPJS Kesehatan Wahyudin Bagenda (keempat kiri), saat foto bersama usai sosialisasi di Desa Cisondari Kecamatan Pasir Jambu, Kab. Bandung, Rabu (17/7/2019)

HUT BPJS Kesehatan tahun ini, kembali memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-51, jajaran Direksi dan senior leaders menyambangi sejumlah wilayah di Indonesia. Hal itu dilakukan, untuk memantau langsung implementasi JKN-KIS, dan menjaring aspirasi masyarakat guna menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan nasional.

Hal itu dikatakan Direktur Teknologi dan Informasi Kesehatan BPJS Kesehatan Wahyudin Bagenda, usai sosialisasi kepada masyarakat penerima PBI, di Desa Cisondari Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Rabu (17/7/2019)

Menurutnya, Kondisi geografis di Indonesia ini sangat bervariasi dan memiliki kekayaan alam dan adat istiadat yang berbeda, serta kondisi demografi dan latar belakang perekonomian penduduk yang berbeda pula. Hal tersebut, pihaknya ingin mendengar langsung dari masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai wilayah, khususnya ke tingkat kelurahan hingga ke pelosok RT.

“Kami sebelumnya mampir dan berkunjung ke Puskesmas Pasir Jambu untuk memastikan langsung, pelayanan kesehatan dimasyarakat sekitar. Alhamdulillah, pelayanan sudah baik, tetapi perlu ada penambahan beberapa item, agar masyarakat bisa lebih nyaman dan terlayani dengan baik,” katanya.

Pihaknya juga mengecek langsung dan berbicara dengan petugas puskesmas, apabila bisa ditangani ditngkat faskes pertama atau Puskesmas, kata Wahyudin, maka tak perlu harus ada rujukan ke rumah sakit. Hal ini, guna menghindari banyak pasien menumpuk di rumah sakit yang akhirnya kurang terlayani dengan baik.

“Kami juga melakukan beberapa pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS. Hal itu, untuk meningkatkan validitas data di BPJS Kesehatan,” paparnya.

Dari kunjungan tersebut, pasalnya, juga diserahkan bantuan peralatan olah raga dan mengajak masyarakat untuk membiasakan diri agar berperilaku hidup sehat. Pihaknya juga membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Terlebih, saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia telah tercatat sebagai peserta JKN-KIS.

“Kami mengajak masyarakat agar bisa berperilaku hidup sehat, tentunya yang sehat tetap sehat, dan yang sakit tidak bertambah parah. Sehat itu murah dan mudah, makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup dan olah raga ringan setiap hari tapi konsisten,’ kilahnya.

Pihaknya mengingatkan kembali, lanjutnya, makna dari gotong royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan. Hal tersebut, terus diemban dalam tugasnya saat menjalankan Program JKN-KIS, dan masyarakat perlu diedukasi arti sebuah filosofi gotong royong.

“Tentunya, kami terus mengingatkan agar membayar iuran tepat waktu. Hal ini, guna subsidi silang dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, agar gotong royong dapat terwujud dan program perlindungan kesehatan ini, dapat berjalan secara optimal,” kilah Wahyudin.

Sementara itu, PPs Deputi Direksi Wilayah Jawa Barat, Mangisi Raja Simarmata didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Soreang Kabupaten Bandung Fahrurozi menjeaskan data per 4 Juni 2019 penerima PBI APBN sebanyak 16.679.173 jiwa dan PBI APBD sebesar 4.032.292 jiwa. Untuk sektor PPU sebanyak 9.848.403 jiwa dan PBPU sebesar 6.741.644 jiwa serta BP 909.626 jiwa jadi total sebesar 38.211.142 jiwa.

“Hal itu, total penduduk wilayah Jawa Barat sebanyak 45.161.254 jiwa dan yang sudah menjadi peserta JKN-KIS sebesar 38.211.142 jiwa. Tentunya, Jawa Barat sudah mencapai 84,61% penduduk yang telah menjadi peserta dan yang belum sebesar 15.39% atau sebanyak 6.990.112 jiwa,” jelasnya. (Krisbianto).

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA