BIAF 2019 Akan Diramaikan Penampilan 11 negara

Bandung Raya

Rabu, 17 Juli 2019 | 17:09 WIB

190717164021-biaf-.jpg

net

BANDUNG Internasional Art Festival (BIAF) 2019 yang diselenggarakan pada 26,27, 28 Juli mendatang, akan diramaikan oleh penampilan 11 negara. Selain itu, lebih dari 120 kelompok kesenian dari Jawa Barat, akan ikut berpatisipasi pada festival yang bertema "Pertukaran Kesenian" tersebut.

Festival ini, rencananya akan dilaksanakan di tiga titik di Kota Bandung, yakni Gedung YPK Naripan, Car Free Day (CFD) Dago dan Riverspot Cikapundung. Kesenian yang akan ditampilkan seperti jaipongan, tari klasik, musik, silat dan masih banyak lagi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan bahwa penyelenggaran BIAF 2019 merupakan tahun kelima di Kota Bandung. Dimana menjadi ajang silaturahmi para seniman, yang bukan hanya dari Bandung atau Jawa Barat, tapi juga dari luar negeri.

"Dari tahun ke tahun jumlah pesertanya semakin meningkat, bahkan melebihi kuota. Tentu dalam momentum ini dibutuhkan peran dari semua pihak, terutama pelaku industri pariwisata di Kota Bandung," ungkapnya di Kantor Disbudpar Kota Bandung, Jln. Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (17/7/2019).

Menurutnya, konsep dari festival berskala internasional ini, harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga dapat menarik perhatian lebih banyak wisatawan baik dari dalam dan luar negeri.

Dikatakannya, momentum tersebut, juga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku industri pariwisata, seperti hotel, restoran dan juga objek wisata. Mengingat festival BIAF 2019, dapat menjadi ajang untuk mengenalkan pariwisata Kota Bandung.

"Pada saat Asian Africa Festival 2019 (Festival Asia-Afrika) kemarin, berdasarkan laporan dari riung priangan, dalam radius satu kilometer dari tempat kegiatan semua hotel penuh. Maka momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik," tuturnya.

Kabid Produk Seni dan Budaya Disbudpar Kota Bandung, Sigit Iskandar menerangkan, Bandung Internasional Art Festival merupakan ide-ide dari para komunitas seni di Kota Bandung dan Jawa Barat. Yang kemudian difasilitasi oleh Pemkot Bandung, dengan dorongan bertaraf internasional.

"Tapi tidak menutup kemungkinan jika ada komunitas-komunitas lain memiliki ide yang bagus, dan berjejaring ke daerah lain atau luar negeri maka dapat kita support juga," katanya.

Pihaknya berharap agar semua pihak dapat ikut serta mempromosikan dan mensosialisasikan momentum BIAF 2019. Sehingga dapat lebih banyak mendatangkan wisatawan di kota yang berjuluk "Parisj Van Java" tersebut.

"Kepada masyarakat dan pegiat kesenian di Kota Bandung dan Jawa Barat, diharapkan ikut mempromosikan BIAF 2019," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA