Sekda Kab. Bandung: Aparatur Pemerintah Bertugas Melayani, Bukan Dilayani

Bandung Raya

Rabu, 17 Juli 2019 | 16:12 WIB

190717160316-sekda.jpeg

ist

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, Drs. H. Teddy Kusdiana mengimbau seluruh aparat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, untuk merubah mindset sebagai aparatur pemerintah yang bertugas melayani.

“Jadikan visi dan misi Kabupaten Bandung sebagai motivasi, untuk memperbaharui pola pikir dan perilaku. Posisikan diri sebagai aparatur yang terpanggil untuk melayani, bukan dilayani,” imbau Sekda Teddy Kusdiana saat bertindak selaku inspektur dalam Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Upakarti Soreang, Rabu (17/7/2019).

Ia mengajak jajarannya untuk menjadikan Panca Prasetya Korpri sebagai pedoman, dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). “Untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih, harus tercermin dari kinerja ASN yang bersih, transpara dan akuntabel. Pelihara terus dedikasi, integritas dan loyalitas yang tinggi serta sikap profesional dalam menjalankan fungsi sebagai pelayan masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Teddy menyampaikan beberapa penghargaan nasional yang diraih Pemkab Bandung pada bulan ini. “Yang pertama pada tanggal 10 Juli, Pak Bupati mendapat penghargaan dari Kementerian Sosial RI sebagai Tokoh Nasional Peduli Lansia. Raihan tersebut tidak terlepas dari peran Lembaga Lanjut usia Indonesia (LLI) Kabupaten Bandung, yang strukturnya hingga ke tingkat desa, dan terus memotivasi para lansia untuk terus berkarya,” jelas Teddy.

Raihan yang kedua dicapai oleh Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Teratai 21 Kampung Sindangsari Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey. Dalam Kategori Lomba Posyandu Kabupaten Tahun 2019, Teratai 21 memperoleh Penghargaan Pakarti Utama III dari Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pusat.

“Berikutnya Penghargaan Pastika Parama dari Kementerian Kesehatan RI. Diraih karena Pemkab Bandung telah berhasil menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” lanjutnya.

Prestasi lain yang tidak kalah membanggakan kata Teddy, adalah masuknya Taman Pacantells (Pangulinan Cacah Menak – Taman Edukasi Lalu Lintas Sabilulungan) sebagai Top 99, dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Nasional.

“Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) akan memberikan penghargaan bagi Top 99 ini, hari Kamis besok (18/7/2019) di Kota Semarang. Saat ini kita tengah melalui proses untuk masuk ke TOP 45,” tambah Teddy pula.

Selain itu, beberapa waktu lalu tepatnya Kamis (11/7/2019) Teddy mengatakan Pemkab Bandung telah meraih penghargaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia (RI) sebagai Pemerintah Daerah dengan Nomenklatur Tunggal Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Ia pun menyampaikan, Kabupaten Bandung akan menjadi tuan rumah Hari Koperasi Nasional ke-72 tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar). Harkopnas Jabar pada tahun ini mengangkat tema ‘Semangat Kolaborasi Koperasi Berbasis Digital Platform Menuju Jabar Juara Lahir dan Batin’.

“Harkopnas tingkat Jabar akan berlangsung di Dome Bale Rame mulai 26 sampai 28 Juli 2019. Mari kita sukseskan penyelenggaraan event ini, tentunya dengan menguatkan koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM,” imbuh dia.

Peringatan hari koperasi menurut dia jangan hanya dijadikan seremonial saja, namun bagaimana upaya pemerintah dalam mengembangkan koperasi di tengah tantangan era revollusi industri 4.0. “Tantangan yang dihadapi dunia perkoperasian semakin kompleks. Perubahan gaya hidup generasi milenial, membuat koperasi harus dapat beradaptasi jika tidak ingin tertinggal,” tuturnya.

Langkah adaptasi yang perlu dilakukan salah satunya adalah, dengan membangun karakter yang kreatif dan inovatif bagi insan penggerak koperasi. Karena insan yang kreatif dan inovatif akan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan lingkungannya.

“Insan koperasi harus dapat berpikir dan bertindak sebagai trend setter, bukan sebagai pengikut. Penggerak harus mengelola koperasi secara profesional. Dalam menjalankan koperasi, mereka harus dapat memanfaatkan teknologi informasi. Selain itu juga memahmi kebutuhan dan keinginan konsumen dan terakhir, koperasi harus berjalan sesuai dengan prinsip dan nilainya,” pungkasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA