Masyarakat Narawati Buka Jalan Baru Penghubung Antar Desa

Bandung Raya

Rabu, 17 Juli 2019 | 15:00 WIB

190717150108-masya.jpg

Engkos Kosasih

MASYARAKAT petani dan aparatur Desa Narawita Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung melaksanakan pembukaan jalan baru sepanjang 300 meter dan lebar 3 meter, Rabu (17/7/2019). Pembukaan jalan baru untuk akses usaha tani tersebut menghubungkan kawasan Kampung Sampalan ke Cidegdeg atau sebaliknya di Desa Narawita.

Bahkan akses jalan baru itu rencananya akan dibangun untuk menghubungkan akses Desa Narawita dengan Desa Mandalasari Kecamatan Cioancung dan Desa Mandalawangi Kecamatan Nagreg. Untuk menghubungkan akses jalan di tiga desa dan tiga kecamatan itu, harus ada pembukaan jalan baru sepanjang 1-1,5 km dalam upaya meningkatkan usaha tani warga sekitar.

Selain mengembangkan jalan usaha tani, kelompok tani taruna bakti milenial asal Desa Narawita berencana untuk membuka lahan baru pertanian padi. Rencananya, seluas 30 hektare lahan baru pertanian padi akan dibuka di Kampung Cilame RW 11 dan RW 13 Desa Narawita. Sebelumnya, lahan seluas 30 hektare itu ditanami jagung, kedelai dan tanaman palawija lainnya karena berada di perbukitan.

Pjs. Kepala Desa Narawita Wahyudin mengatakan, pembangunan akses jalan baru untuk sarana dan prasarana usaha tani itu, untuk memudahkan para petani dalam mengangkut hasil pertanian.

"Lebih dari 50 hektare lahan pertanian palawija berupa  tanaman jagung, tembakau dan tanaman lainnya di lokasi akses jalan usaha tani yang saat ini sedang dibangun," kata Wahyudin kepada galamedianews.com di Desa Narawita.

Sebelumnya, lanjut Wahyudin, tak ada akses jalan, para petani hanya memanfaatkan jalan setapak untuk mengangkut hasil pertanian. Inginya, pembangunan jalan baru ini nyambung ke Desa Mandalawangi dan Desa Mandalasari," paparnya.

Ia mengatakan, pada akses jalan usaha tani tersebut, saat ini sedang dilakukan pengerasan jalan dengan menggunakan bebatuan. "Sebenarnya, pemasangan batunya sudah dilaksanakan sejak Sabtu (13/7/2019), bahkan saat ini masih dalam tahap penetrasi pengerasan jalan dengan pengadaan batu swadaya. Namun untuk tindak lanjut pembukaan lahannya bisa menggunakan anggaran dari pemerintah. Harapannya, bisa diaspal atau hotmix," katanya.
 
Dikatakan Wahyudin, dengan adanya pembangunan jalan baru itu, dapat mempermudah warga untuk mengangkut hasil pertanian. "Kalau jalan itu sudah terbangun, mengangkut hasil pertanian bisa menggunakan roda dua maupun roda empat. Selain itu didukung dengan pembangunan jalan hotmix dan pengecoran jalan sepanjang 150 meter yang berasal dari anggaran dana desa. Termasuk pembangunan jembatan untuk akses petani," tuturnya.

Wahyudin menjelaskan, pembangunan jalan baru itu, setelah warga menghibahkan lahan. Pembangunan jalan baru yang merupakan aspirasi warga petani itu, dengan harapan dapat menghemat biaya pertanian.

"Keikhlasan warga menghibahkan lahan untuk pembangunan jalan, karena mereka butuh jalan untuk mengangkut hasil pertanian berupa jagung, huma dan waluh. Bahkan saat ini sedang mengembangkan pertanian wijen," katanya.

Ia menyebutkan, di kawasan pertanian itu ada empat kelompok tani, yakni kelompok tani mekarsari 1, 2 dan 3, selain kelompok tani taruna bakti milenial. Pihaknya sangat mendukung kelompok tani taruna bakti milenial yang akan membuka lahan baru pertanian padi seluas 30 hektare.

"Membuka lahan baru tanaman pertanian padi ini setelah warga setempat dari keluarga almarhum Dudung menghibahkan sumber mata air di kawasan Leuweung Ciseureuh Desa Mandalasari untuk pengairan lahan baru tersebut," katanya.

Ia mengatakan, pada musim kemarau, sumber mata air tersebut tetap optimal debit airnya. Dalam satu menit bisa mengeluarkan air sebanyak 50 liter.

"Dari sumber mata air itu akan disalurkan melalui pipanisasi dengan menggunakan pompa air untuk menyedot air," katanya.

Untuk tahap awal, katanya, warga swadaya mengadakan pipanisasi sepanjang 200 meter, sedangkan kebutuhan pipanisasi  sepanjang 1-2 km. Bahkan mata air dari kawasan  Lewueung Sumelap sudah disalurkan dengan jarak 1 km. "Pembukaan lahan baru tanaman pertanian  padi itu akan dilaksanakan pada musim hujan mendatang," pungkasnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA