Disdukcapil KBB Mulai Jalankan Program Go Digital

Bandung Raya

Senin, 15 Juli 2019 | 19:08 WIB

190715190930-disdu.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung Barat, Wahyu Diguna menunjukkan akta kelahiran yang sudah menggunakan barcode, realisasi program Dukcapil Go Digital.

DINAS Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung Barat mulai menjalankan program Ducapil Go Digital, yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung Barat, Wahyu Diguna menjelaskan, program tersebut merupakan inovasi percepatan layanan dengan sistem teknologi berupa tampilan barcode pengganti tanda tangan manual pada pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran.

"Tanda tangan berbasis digital pada pelayanan dokumen administrasi kependudukan ini terobosan baru untuk mempercepat layanan pembuatan KK dan Akta Kelahiran bagi masyarakat. Jadi tidak lagi menggunakan tanda tangan basah, tapi barcode," ujar Wahyu saat ditemui di ruang kerjanya, Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Ngamprah, Senin (15/7/2019).

Wahyu menuturkan, masyarakat bisa melakukan verifikasi langsung melalui aplikasi di smartphone, seperti menggunakan aplikasi QR Code Reader yang bisa didownload di Play Store. Program tersebut atas kerja sama antara Kemendagri dengan Badan Pengakajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Jadi, setiap orang yang membutuhkan tanda tangan kepala dinas tidak lagi tergantung dengan keberasaan kepala dinas di kantor, tapi bisa dikerjakan di mana saja asal ada jaringan dengan menekan tombol persetujuan," terangnya.

Dirinya melanjutkan, saat ini uji coba penerapan program Dukcapil Go Digital terus dilakukan sambil menyosialisasikan kepada masyarakat. Lewat inovasi tersebut, pembuatan dokumen adminduk diklaim semakin cepat dan praktis. Selain itu, inovasi program tersebut diperkuat dengan Permendagri Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan secara Daring.

"Kami lakukan ujicoba dan evaluasi. Manfaat program ini, yakni memangkas waktu dan biaya, karena masyarakat cukup datang ke kantor kecamatan untuk dilakukan pencetakan Akta Kelahiran atau KK," katanya.

Lebih lanjut Wahyu menyebutkan, pencetakan KK dan Akta dengan sistem baru ini memiliki kapasitas bagi 300-400 orang setiap harinya. Ke depannya, pihaknya menargetkan bisa lebih banyak lagi.

"Sekarang masih masa transisi, bertahap dulu karena berkaitan dengan jaringan dan infrastruktur internet. Memang kalau tanda tangan manual per harinya bisa sampai 2.000 orang," ujarnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA