Hari Pertama MPLS, SMAN 18 Bandung Hadirkan Cepot

Bandung Raya

Senin, 15 Juli 2019 | 18:34 WIB

190715183500-hari-.jpg

Rio Ryzki Batee

RATUSAN siswa yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), diberikan penyuluhan bahaya narkoba melalui seni budaya wayang golek di SMAN 18 Bandung, Jalan Madesa, Kota Bandung, Senin (15/7/2019).

Dalam penyuluhan tersebut, wayang golek cepot yang terkenal dengan banyolannya berhasil menyedot perhatian para siswa. Sehingga menyimak dengan baik akan penyuluhan bahaya narkoba, dengan disisipi oleh guyonan yang dibantu oleh rekannya Duo Upin Ipin dan Mr. Jun.

Kepala Sekolah SMAN 18 Bandung, Sugiarto mengatakan, penyuluhan bahaya narkoba melalui seni budaya dinilai lebih baik dan efektif. Dibanding cara-cara konvensional yang teoritis atau menggunakan slide-slide powerpoint.

"Dengan konsep seni budaya ini, maka lebih mudah diserap para siswa akan penyuluhan bahaya narkoba," ungkapnya.

Menurutnya, dengan menggunakan konsep atau metode seni budaya yang menghibur tapi edukatif, dapat lebih mudah diterima siswa akan pesan yang ingin disampaikan. Metode seni budaya dalam penyuluhan bahaya narkoba pada masa MPLS ini, merupakan yang kedua kali.

"Untuk MPLS sekarang ada sekitar 340 siswa. Kedepan mudah-mudahan ada juga edukasi kepada para orang tua, dan bukan hanya pada siswa yang sedang MPLS, tapi juga kakak kelasnya," katanya.

Dalam mendukung pesan akan bahaya narkoba, pihaknya menjadikan sekolah sebagai lingkungan bebas rokok. Sehingga di lingkungan SMAN 18 Bandung dilarang adanya rokok, yang wajib diikuti oleh seluruh warga sekolah.

"Kita melarang adanya rokok karena merupakan pintu akan unsur-unsur pelanggaran yang lebih parah, termasuk narkoba. Kalaupun ada sanksi tentu yang bersifat mendidik dan pemahaman," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Sehati (Sehat Tanpa Narkotika), Asep Buchori atau Aa Maung mengatakan bahwa konsep seni budaya dalam penyuluhan narkoba, bertujuan untuk mengenalkan seni budaya sunda.

"Jadi selain penyuluhan bahaya narkoba, juga mengenalkan kembali akan seni budaya terutama dari Bandung atau Jawa Barat," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa saat ini, bahaya narkoba dikalangan remaja sangat memprihatinkan. Sehingga penyuluhan secara masif perlu dilakukan, terutama dalam menyadarkan sejak dini akan bahaya barang haram tersebut.

"Intinya yang ingin disampaikan bahwa narkoba sangat berbahaya, sehingga harus dijauhi dan jangan sampai terjerumus kepada hal tersebut," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA