Pabrik Majun di Jalan Soreang-Cipatik Terbakar

Bandung Raya

Senin, 15 Juli 2019 | 17:56 WIB

190715180929-pabri.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

KEBAKARAN besar menimpa sebuah pabrik majun yang berlokasi di Jln. Raya Cipatik, Desa Cipatik, Kec. Cihampelas, Kab. Bandung Barat, Senin (15/7/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Pemicu kebakaran tersebut diduga berasal dari hubungan arus listrik dari salah satu mesin di dalam pabrik.

Berdasarkan pantauan, api menghanguskan seisi bangunan di bagian belakang pabrik yang berisi puluhan mesin dan tumpukan kain majun. Banyaknya material yang mudah terbakar, menyebabkan api dengan mudah merembet dan membesar.

Petugas yang tiba di lokasi tidak lama setelah kejadian, berusaha menjinakan api yang terus membesar. Namun, api yang nyaris merembet ke bagian depan pabrik akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas tiga jam setelah kejadian.

Kebakaran tersebut pun menjadi tontonan warga di sekitar pabrik serta pengendara yang melintas. Kepulan asap pun terlihat jelas di udara tepatnya di bagian atas pabrik.

Salah seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bandung Barat, Pepep Dimyati mengatakan, untuk memadamkan api dikerahkan 11 armada mobil pemadam Kabupaten Bandung Barat yang dibantu armada dari Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung.

"Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Soalnya, ratusan pegawai pabrik berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar," ujar Pepep saat diwawancarai di sela proses pendinginan pascakebakaran.

Belum diketahui pasti berapa kerugian yang dialami pemilik pabrik. Namun, ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Dalam beberapa hari ke depan ratusan pegawai pabrik pun diliburkan untuk sementara, hingga kondisi pulih.

"Di dalam pabrik banyak kain majun yang mudah terbakar, makanya api cepat merembet dan membesar. Untungnya bisa cepat diantisipasi dan tidak merembet ke bagian depan. Meski api sudah padam, kami terus lakukan proses pendinginan, karena biasanya suka ada sisa-sisa api kecil yang khawatir menimbulkan kebakaran susulan," ungkapnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA