Diskamlut Jabar Ubah Pola Penjualan Baby Lobster

Bandung Raya

Senin, 15 Juli 2019 | 17:52 WIB

190715175257-diska.jpg

maritimnews

Ilustrasi.

DINAS perikanan dan kelautan (Diskanlut) provinsi Jawa Barat mengubah pola penanganan penjualan baby lobster yang saat ini menjadi sorotan serius Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia.

Diketahui baby lobster menjadi daya tarik tinggi nelayan untuk di tangkap pasalnya dari sehingga harga yang terus berada diatas. Padahal secara aturan, baby lobster merupakan hasil laut yang dilarang untuk ditangkap dan merupakan ilegal fishing.

Kepala Diskanlut Jabar, Jafar Ismail mengatakan, pola penanganan akan diubah yang semula penegakan hukum terhadap nelayan, saat ini pihaknya akan penegakkan aturan kepada pengepul. Pasalnya sering terjadi ancaman dan intimidasi terhadap petugas pengawas perikanan di lapangan.

"Polanya kita ubah. pengepul  akan kita awasi dan diamankan jika praktik jual beli baby lobster. Sedangkan nelayan kita beri wawasan dan pengetahuan," kata Jafar di Bandung, Senin (15/5/2019).

Jafar menjelaskan, pola yang akan dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penjualan baby lobster adalah dengan ketika praktik penjualan pengepul ke pasar. Pihaknya  akan langsung tangkap.

"Ketika (pengepul) itu mau mendistribusikan baru kita tangkap. Karena kalau kita ke nelayan resikonya petugas kita disandera. Itu terjadi karena lebih banyak mereka," ungkapnya.

Jafar menuturkan, walaupun penyuluhan terhadap nelayan sering dilaksanakan namun praktik penangkapan bibit lobster ini tetap terjadi di laut Jabar. Bahkan, kini nelayan yang menggelutinya justru semakin bertambah.

"Kita beberapa kali juga melakukan tindakan dan masuk ke pengadilan, ada beberapa yang diuhukum tetapi tetap saja. Malah bertambah yang tadinya banyak di daerah Cisolok (Sukabumi) sekarang itu sampai ke Cianjur ke Tasik," katanya.

Menurut Jafar, lobster yang legal untuk ditangkap yaitu harus sesuai dengan aturan. Di mana boleh ditangkap bilamana berat di atas 200 gram. "Bila tidak sesuai maka ancaman hukumannya sampai dipenjara kemudian denda uang," katanya.

Menurut Jafar, pihaknya akan terus berupaya mencari cara untuk menyadarkan nelayan pelaku penangkap bibit lobster kembali beralih menangkap ikan. "Kita melarang menangkap bibit lobster, karena kalau itu diperbolehkan suatu saat lobsternya akan habis," tuturnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA